News and Politic

Merkel: Status Yerusalem Harus Lewat Pembicaraan, Bukan Kehendak AS

0

MataPublik.co, BERLIN — Kanselir Jerman Angela Merkel merespons keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Merkel menegaskan Jerman menolak keputusan tersebut.

“Pemerintah Jerman tidak mendukung posisi ini karena status Yerusalem harus diselesaikan dalam kerangka solusi dua negara (Palestina dan Israel),” ujar Merkel seperti disampaikan juru bicaranya Steffen Seibert, Rabu (5/12).

Menteri Luar Negeri Jerman Sigmar Gabriel pun menanggapi keputusan Trump. Ia menilai, pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel oleh pemerintahan Trump akan memicu eskalasi baru dalam konflik Palestina dengan Israel.

“Keputusan ini akan melemparkan bahan bakar ke api. Kami berharap kekhawatiran kami dapat diredam, tapi ini tentang menghadapi masalah yang telah menjadi besar,” kata Gabriel.

Trump telah mengumumkan Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada Rabu (6/12). Menurutnya, pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel taklain sebagai sebuah pengakuan terhadap kenyataan.

Ia pun mengungkapkan akan mulai mempersiapkan proses perpindahan kedutaan besarnya untuk Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem. Rencana Trump memindahkan kedutaan besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem merupakan salah satu janji kampanyenya pada proses pilpres AS tahun lalu.

Leave A Reply

Your email address will not be published.