News and Politic

Dunia Marah Kepada Amerika

Semua orang marah akibat Trum menandatangani pengakuan Amerika Serikat atas Yerussalem sebagai Ibu Kota Israel . Kemarahan bukan hanya terjadi di Palestina, tetapi meluas di negara – ngara Eropa dan Asia seperti Indonesia dan Malaysia.

0 113

MataPublik.co – Semua orang marah akibat Trump menandatangani pengakuan Amerika Serikat atas Yerussalem sebagai Ibu Kota Israel . Kemarahan bukan hanya terjadi di Palestina, tetapi meluas di negara – ngara Eropa  dan Asia seperti Indonesia dan Malaysia.

Di Ibu Kota Indonesia Jakarta terjadi aksi Boikot Produk Amerika dan sejumlah resolusi  kepada Amerika agar membatalkan keputusannya itu. Malaysia juga kemarahan bahkan ditunjukkan oleh Perdana Menterinya Muhammad Nadjib.

Presiden RI Joko Widodo juga menyampaikan sejumlah item soal keputusan itu sebagai keputusan yang tidak bijak bahkan memicu kemarahan dunia.

Bentrokan antara demonstran Palestina dan pasukan Israel serta protes di jalan-jalan terjadi hari Kamis (7/12) di Tepi Barat dan Gaza, setelah Presiden Presiden Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Di Tepi Barat, kerumunan demonstran melemparkan batu ke arah pasukan Israel dan membakar ban-ban di Ramallah, pusat pemerintahan Palestina, di mana asap hitam tebal membubung di kota itu. Puluhan orang luka ringan dalam bentrokan tersebut.

Di Betlehem, kota kelahiran Yesus, tentara menembakkan meriam air dan gas air mata ke arah demonstran, sementara di Gaza, demonstran membakar poster Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, serta membakar bendera-bendera Amerika dan Israel.

Palestina menutup toko-toko dan sekolah-sekolah dalam pemogokan umum, sementara Ismail Haniyeh, pemimpin kelompok militan Hamas yang menguasai Gaza, menyerukan pemberontakan bersenjata ke-tiga Palestina dalam melawan Israel.Para demonstran Palestina berlarian menghindari gas air mata yang ditembakkan pasukan keamanan Israel dalam aksi protes di dekat Ramallah, Tepi Barat, Kamis (7/12) – REUTERS

Khawatir akan eskalasi situasi, Israel menambah pasukan keamanan di Tepi Barat, Yerusalem Timur dan di perbatasan Gaza.

Pengakuan Trump bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel juga memicu kemarahan di dunia Arab dan Muslim serta kekhawatiran dari sekutu-sekutu Amerika.

Di Yerusalem terletak Masjid Al-Aqsa, tempat tersuci ke-tiga dalam Islam, dan Palestina menginginkan Yerusalem Timur sebagai ibukota negara mereka pada masa depan.

Banyak negara di seluruh dunia telah lama berpendapat bahwa status akhir kota itu hanya akan diputuskan melalui perundingan perdamaian Israel-Palestina. Akan tetapi para pejabat Palestina menyatakan keputusan Trump telah mendiskualifikasi Amerika sebagai perantara dalam proses perdamaian.

Namun bagi Israel, kompleks Al-Aqsa yang dikenal sebagai Temple Mount, adalah lokasi dua lokasi yang disebut dalam kitab suci dan merupakan tempat paling suci bagi umat Yahudi.

Namun itu tidak benar, karena Israel sesungguhnya tidak memiliki tanah atau hak atas mesjid Al Aqsha

Turky

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meluapkan kemarahannya pada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang baru saja mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Erdogan menyebut Trump menempatkan Timur Tengah ke dalam ‘cincin api’.

“Mengambil langkah semacam ini menempatkan dunia, khususnya kawasan (Timur Tengah), ke dalam cincin api,” tegas Erdogan dalam pidato di hadapan pendukungnya di Bandara Ankara sebelum dia melakukan kunjungan ke Yunani, seperti dilansir AFP, Kamis (7/12/2017).

“Hei Trump! Apa yang ingin Anda lakukan?” cetus Erdogan dengan menggunakan salah satu retorika ciri khas-nya.

“Pendekatan macam apa ini? Pemimpin politik tidak menghasut, mereka mengupayakan perdamaian!” imbuhnya. Cemoohan untuk Israel lantas dilontarkan para pendukung Erdogan yang berkumpul di bandara.

Dalam pidatonya di Gedung Putih, Washington DC pada Rabu (6/12) waktu setempat, Trump membalikkan kebijakan AS selama beberapa dekade terakhir dengan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Trump juga menginstruksikan pemindahan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Erdogan memberikan reaksi keras dengan menuding Trump berupaya menjadi penghasut. Dia menyebut keputusan Trump secara sepihak itu ‘jelas mengabaikan’ resolusi PBB tahun 1980 soal status Yerusalem yang diperebutkan.

Turki akan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) pada 13 Desember mendatang, yang secara khusus membahas keputusan kontroversial Trump soal Yerusalem itu. Turki kini menempati posisi kepemimpinan OKI yang diberlakukan secara bergilir.  

Pada Kamis (7/12) malam atau Jumat (8/12), Erdogan dijadwalkan akan berbicara via telepon dengan Paus Fransiskus dan Presiden Rusia Vladimir Putin, juga sekutu-sekutu Barat untuk membahas isu Yerusalem ini.

“Ini sekarang bukan hanya tugas umat muslim, tapi juga kemanusiaan (untuk menentang langkah Trump),” imbuh Erdogan, yang menyindir Trump dengan menyebut “menjadi kuat bukan berarti Anda benar secara otomatis” namun yang “benar adalah yang kuat”.

Warga Turki juga memberikan reaksi keras dengan menggelar unjuk rasa di berbagai tempat termasuk di luar Kedubes AS di Ankara dan di luar Konsulat AS di Istanbul. Ribuan warga Turki dilaporkan hadir dalam aksi protes besar-besaran ini.

wso shell IndoXploit shell c99 shell hacklink hacklink satış wordpress ücretsiz tema Google hacklink