HUKUMNASIONAL

Lanskap Dangku-Meranti Jadi Percontohan

Membutuhkan Dukungan Multipihak

MataPublik.co, PALEMBANG – Belajar dari kebakaran hutan pada tahun 2015, Sumatera Selatan mengembangkan konsep tata laksana lingkungan hidup berkelanjutan, salah satunya pengelolaan berbasis lanskap di Dangku – Meranti.

Staf Khusus Gubernur Sumsel Bidang Perubahan Iklim Dr. Najib Asmani menyatakan, Sumsel adalah provinsi pertama yang melakukan pengelolaan lanskap di Indonesia melalui program Pengelolaan Lanskap Sembilang – Dangku (Kelola Sendang) pada 2017. Dikatakannya, kekayaan alam di lanskap hutan dataran rendah tersebut merupakan aset berharga bagi kepentingan konservasi dan pembangunan yang perlu dikelola secara lestari oleh berbagai pihak.

Apalagi, di dalam lanskap ini terdapat kawasan konservasi Suaka Margasatwa Dangku, Hutan Lindung Meranti, dan sebagian wilayah Hutan Harapan yang dikelola TIM Restorasi Ekosistem Indonesia. Namun, kawasan ini mengalami degradasi dan sarat konflik.

“Kawasan ini sangat penting bagi perlindungan keanekaragaman hayati, yang merupakan habitat satwa liar yang dilindungi seperti harimau dan beruang madu,”ujar Najib dalam peluncuran Forum Multipihak Dangku Meranti di Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya, Kamis (15/2).

Di awal 2018 ini, jelasnya, Kelola Sendang telah memfasilitasi proses pembentukan forum multipihak di tataran sub lanskap dan provinsi, salah satunya adalah revitalisasi Forum Dangku yang sekarang meliputi wilayah Meranti. Dengan begitu, forum yang sempat dinonaktifkan pada 2015 saat terjadi bencana kebakaran hutan dan lahan, kini dihidupkan kembali dengan sebutan baru Forum Dangku – Meranti.

“Lanskap Dangku – Meranti dijadikan model percontohan dalam pendekatan konservasi dan pembangunan berkelanjutan dan terintegrasi, yang akan mengatasi deforestasi, hilangnya habitat satwa liar, degradasi gambut, serta kebakaran hutan dan lahan,”jelasnya.

Koordinator Forum Dangku Meranti, Novasyurahati menambahkan, forum yang hadir kembali di Sumsel ini sebagai wujud pengaktifan semangat para pihak untuk menjadikan ekosistem Dangku Meranti kembali sehat dan memenuhi berbagai kebutuhan sistem sosialnya.

Forum ini akan mencakup dua kawasan, yakni kawasan konservasi dan kawasan hutan produksi, dimana di dalamnya banyak aktor di sektor perkebunan, pertambangan, dan masyarakat. “Oleh karena itu, forum ini diharapkan dapat menjembatani berbagai pihak dan kepentingan, dan mencari solusi bersama, sehingga tujuan pelestarian alam dan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan selaras,”katanya.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Badan Koordinasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel, Genman Suhefti Hasibuan mengatakan, sebagai penanggung jawab pengelolaan kawasan dan perlindungan satwa di Dangku, jelas pihaknya mendukung berdirinya Forum Konservasi untuk Lanskap Dangku ini.

Red: yulia savitri

 

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close