POLITIK

Harnojoyo, Terpanggil Hatinya Perbaiki Rumah Dewi Tak Laik Huni

MataPublik.co, PALEMBANG — Mendengar ada salah satu warga yang hidupnya tidak layak huni, pintu hati Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Palembang, H Harnojoyo tergerak.

Dalam waktu dekat, Dewi (39), dan keluarganya akan tinggal di rumah layak huni. Hal tersebut dipastikan setelah H Harnojoyo mendatangi kediaman Dewi yang terletak di jalan Puding, Kelurahan Kamboja Kecamatan Ilir Timur I Palembang, Kamis (01/03).

Saat melihat langsung kondisi rumah berukuran 4×8 yang dihuni oleh janda tiga anak ini, Harnojoyo akan membantu agar keluarga Dewi dapat tinggal di rumah layak huni.

“Usai safari subuh telah saya lihat dan memang kondisinya memprihatinkan. Nanti kita pikirkan bantuan apa yang bisa diberikan,” ucap suami Hj Selviana kepada awak media, Jumat (2/3).

Mantan Ketua DPRD Kota Palembang ini menerangkan, sudah menjadi hak setiap warga negara, mendapatkan kehidupan yang layak. Sejak dulu, saat dirinya aktif menjabat Walikota Palembang, program bedah rumah aktif dilakukan untuk membantu warga tidak mampu yang rumahnya tidak layak huni.

“Tadi dari informasi, sebenarnya Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dan yayasan Budha Tzu Chi pernah mau melakukan bedah rumah Ibu Dewi ini. Karena lahannya sedikit bermasalah, jadi sampai sekarang belum tersentuh dan saya baru mengetahuinya,” jelasnya.

Dari hasil kunjungan, Harnojoyo mengaku siap membantu bedah rumah yang dihuni Dewi dan tiga anaknya ini. Termasuk nanti pihaknya akan mencoba menjembatani komunikasi dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) terkait air bersih.

“Kita upayakan agar keluarga ini mendapat rumah yang layak, dan sumber air bersih. Karena, yang penting mereka bisa nyaman tinggal di rumah dan tidak perlu takut roboh dan kebocoran lagi. Tinggal kita lihat teknisnya seperti apa yang bisa dibantu,” ungkapnya.

Diketahui, Dewi yang tinggal di Jalan Puding, Kelurahan Kamboja Kecamatan IT I, hidup dalam kondisi sangat memprihatinkan. Dimana, rumah yang ditempati hampir roboh dan sudah habis termakan usia.

Bukan hanya itu, Dewi harus berjuang sendiri, membesarkan dua putra dan satu putri, dari hasil pekerjaannya, sebagai tukang cuci dengan upah Rp 550 ribu per bulan. Hal ini karena sang suami Effendi telah meninggal dunia dua tahun yang lalu.

Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close