HAJI & UMROH

Gelombang Kedua Jamaah Haji Indonesia akan Tiba di Jeddah Senin (30/7)

120 petugas akan dikerahkan PPIH Arab Saudi di Bandara KIA Jeddah

MataPublik.co, MEKKAH – Gelombang kedua jamaah haji Indonesia akan mulai tiba di Bandara King Abdul Aziz (KIA) Jeddah pada Senin (30/7). Penambahan petugas disiapkan guna mengantisipasi kedatangan yang diperkirakan akan lebih sibuk ketimbang gelombang pertama di Bandara Amir Muhammad bin Abdulaziz, Madinah.

Kepala Daker Bandara PPIH Arab Saudi, Arsyad Hidayat mengatakan, kedatangan jamaah Indonesia di Jeddah akan berbarengan dengan kedatangan sebagian besar jamaah negara lain. Negara-negara teluk, kata Arsyad, akan mengkonsentrasikan kedatangan di Bandara KIA Jeddah.

Demikian juga dengan jamaah haji khusus dari Tanah Air yang sebagian besar akan tiba di Jeddah. “Jadi pasti akan lebih sibuk dari Madinah,” kata Arsyad saat ditemui di Bandara AMA Madinah, Sabtu (28/7) malam waktu setempat.

Terkait kesibukan tersebut, sebanyak 120 petugas akan dikerahkan PPIH Arab Saudi di Bandara KIA Jeddah. Para petugas tersebut akan dibagi menjadi dua shift tugas.

Selain itu, guna menambah kekuatan, akan didatangkan sejumlah petugas tambahan. “Sejauh ini yang saya dengar akan didatangkan lima petugas tambahan,” kata Arsyad.

Dari total 511 kloter dari Tanah Air, sebanyak 218 di antaranya tiba di Madinah paling lambat pada Ahad (29/7) ini. Mereka Hiingga Sabtu (28/07) siang waktu Saudi, sebanyak 185 kloter yang terdiri dari 73.677 jemaah haji Indonesia telah mendarat di Tanah Suci. Dari jumlah tersebut, 20.454 jemaah di antaranya mulai memasuki Makkah.

Sisanya, sebanyak 293 kloter akan tiba di Jeddah. Kedatangan pertama dijadwalkan dark Embarkasi Jakarta-Pondok Gede pada Senin (30/7) pukul 05.00 waktu setempat. Jamaah gelombang kedua akan tiba bertahap hingga 15 Agustus nanti.

Pada gelombang kedua ini, jamaah akan diberangkatkan mengenakan kain ihram setelah mandi dari embarkasi di Tanah Air. Di Bandara KIA nanti mereka tinggal membaca niat umrah dan melaksanakan shalat dua rakaat sebelum berangkat ke Jeddah untuk melakukan umrah wajib dalam rangkaian haji tamattu.

Proses itu, menurut Arsyad, juga akan jadi tantangan bagi petugas di Bandara KIA Jeddah sehubungan perlunya mendorong jamaah selekasnya menuju Makkah agar tak terjadi penumpukan di bandara.

Selain itu, ia mengharapkan keimigrasiab Arab Saudi bisa menerapkan kembali kemudahan imigrasi seperti di Madinah. Di Madinah, jamaah yang terkendala proses imigrasi di bandara bisa diberangkatkan ke hotel lebih dulu untuk beristirahat dan kemudian menyelesaikan urusan keimigrasian satu hingga dua hari setelahnya.

Praktik proses itu akan lebih rumit di Jeddah karena jarak tempuh dari bandara ke pemondokan di Makkah lebih jauh ketimbang di di Madinah. “Tapi kita tetap berharap ada percepatan keimigrasian dari pihak Arab Saudi,” kata Arsyad. (fit)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close