HUKUM & KRIMINALITASKESEHATAN

Dini Tusila Meninggal Dunia Akibat Tak Mampu Bayar Biaya Rumah Sakit

Pasien hamil harus dioperasi karena pendarahan hebat

MataPublik.com, MUSIRAWAS – Sudah hampir satu minggu terakhir ini, media sosial diramaikan dengan cuplikan vidio seorang laki-laki tengah berdebat sengit dengan salah satu petugas jaga di salah satu rumah sakit di Lubuk Linggau Sumatera Selatan (Sumsel).

Dalam video berdurasi kurang dari lima menit itu, terdengar suara bahwa keluarga pasien tidak mampu membayar uang muka operasi senilai Rp 4 juta rupiah dari biaya total seluruhnya sebesar Rp 8 juta rupiah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun AsSajidin, pasien bernama Dini Tusila umur 20 Tahun warga Mesat Jaya, sekitar pukul 03.00 wib, Rabu (25/7) dibawa keluarga dan kerabatnya, ke Rumah Sakit  Ar-Bunda Lubuk Linggau di karenakan mengalami pendarahan di usia kehamilannya telah mencapai usia 8 bulan.

Dikutip dari laman Media Nasional Obor Keadilan.com- Dini yang pada saat datang ke RS Ar- Bunda sudah mengalami pendarahan, setelah dicek oleh pihak RS Ar-Bunda ternyata bayi didalam kandungan pasien tersebut sudah meninggal dunia. Untuk penanganan lebih lanjut, pihak rumah sakit menyarankan untuk segera dilakukan operasi cesar guna menyelamatkan ibunya yang sudah dalam kondisi lemah.

Pihak keluarga yang pada saat itu tidak mempunyai uang untuk menyiapkan biaya Operasi Caesar sebesar 8  Juta rupiah, sehingga atas kebijakan Pihak RS Ar-Bunda agar sekiranya dapat membayar uang di muka sebesar Rp. 4 juta, itu pun untuk kesekian kalinya masih belum bisa di penuhi pihak keluarga.

Dengan didampingi, Ketua DPD-JPKP Kabupaten Musi Rawas Moch. Sancik agar pihak rumah sakit  segera melakukan Operasi cesar demi menyelamatkan pasien,mengingat memang kondisi bayi dalam kandungan Dini telah meninggal dunia, dan dipastikan dapat membahayakan keselamatan ibunya.

“ Saya mendapat laporan dari pihak keluarga, dan langsung segera meluncur kerumah sakit. Tadi kami sempat berdialog cukup alot dengan petugas Adminitrasi RS Ar-Bunda, sehingga dengan sedikit keras saya  memintak kebijakan kepada pihak RS Ar-Bunda agar Operasi cesar di laksanakan. Namun tadi kita sempat tertahan kurang lebih 20 menit untuk menunggu kepastian.  Dan alhamdulillah pihak RS Ar-Bunda mempersetujui atas permintaan Kebijakan untuk di segerakan melakukan Operasi sesar.ujar Moc Sancik.

Dari kejadian peristiwa tersebut, diketahui kalau saat ini, pasien atas nama Dini Tusila meninggal dunia bersama bayi dalam kandunganya. Kepada AsSajidin, Maryati, salah seorang kerabatnya menuturkan kalau saja, (alm) Dini waktu itu segera di tangani secara medis mungkin nyawa ibu muda tersebut masih dapat tertolong.

“ Ya, kami pihak keluarga sangat menyesalkan peristiwa itu, oleh karenanya kami meminta kepada pemerintah agar dapat menuntaskan persoalan warga miskin seperti kami ini agar mendapat sedikit perhatian. Terlebih lagi jika harus berurusan dengan pihak rumah sakit. Terkadang, memang ada aturan yang seperti itu di rumah sakit, saya rasa ini juga bukan kasus pertama di negeri ini. Ini lah potret kami warga miskin yang selalu kalah,” tutupnya pesimistis.

(JEMMY SAPUTERA)

Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close