ASIAN GAMEOLAHRAGA

Tim Sepaktakraw Putri Tertahan, Tim Putra Melaju ke Final

MataPublik.co, PALEMBANG – Gemuruh penonton tuan rumah Indonesia di stadion Ranau Jakabaring Sport City, Palembang sore ini (31/08) ternyata masih belum mampu meruntuhkan tembok Vietnam di babak semifinal nomor quadran putri.

Lena Leni dkk harus puas meraih perunggu setelah dikalahkan Vietnam 20-22, 21-15 dan 21-19, bersama tim putri Laos yang saat bersamaan dikalahkan Thailand dengan skor 21-17 dan 25-24.

Jalannya pertandingan sendiri Lena Lena dkk lebih mengambil inisiatif menyerang sejak set pertama. Saling susul menyusul angka pun terjadi.

Namun keberuntungan berada di pihak Vietnam dengan menuntaskan set pertama dengan deuce 20-22. Pada set kedua, Indonesia berhasil mengungguli Vietnam 21-15.

Pada babak penentuan di set ketiga, Vietnam mampu memegang kendali permainan, sehingga tim putri Indonesia harus memendam impian menggenggam emas di Asian Games kali ini.

Menanggapi hasil tersebut pemain sepaktakraw putri Florensia Cristy mengungkapkan timnya harus sportif dan berbesar hati.

“Ya, mau bagaimana lagi semua yang berlaga di Asian Games ini kan tentunya ingin meraih medali emas. Kita sudah berusaha maksimal dengan mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik, namun hasilnya tidak sesuai seperti yang kita harapkan,”ucap pemain asal Kepulauan Riau ini.

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh penonton, dan masyarakat Indonesia atas semua doa dan dukungannya. “Kalian semua luar biasa, terimakasih,” ujarnya.

*Asa Emas di Hari Terakhir*

Sementara itu, tim quadran putra Indonesia berhasil menang mudah atas Singapura dengan 21-8 dan 21-12.
Secara mengejutkan, tim putra Jepang mampu melangkah jauh ke babak final bertemu dengan Indonesia setelah menghancurkan tim putra Vietnam 21-17 dan 21-15 di lapangan satu. Yuki Sato dkk akan menghadapi Saiful Rijal dkk besok pagi (01/09) jam 10 waktu setempat.

Misi emas di hari terakhir gelaran sepaktakraw Asian Games 2018, tim putra Indonesia sebagai tuan rumah didukung oleh ribuan penonton fanatik di Palembang, bukan tidak mungkin akan menjadi kenyataan. (dudin)

Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close