HAJI & UMROHINTERNATIONAL

Rupiah Anjlok Pengaruhi Bisnis Umrah

MataPublik.co, JAKARTA — Himpunan Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Himpuh) meyakini naiknya nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah mempengaruhi penyelenggaraan bisnis umrah. “Mesti pengaruh dong, dengan kondisi dolar sedemikian rupa terhadap nilai rupiah sudah luar biasa,” kata Ketua Umum HIMPUH Baluki Ahmad kepada Republika.co.id, Kamis (6/9).

Apalagi, ia melanjutkan, tingginya nilai tukar dolar AS terhadap ekonomi secara keseluruhan juga berpengaruh luar biasa. Dengan logika tersebut, ia mempertanyakan, apakah masyarakat akan mendahulukan umrah daripada memenuhi kebutuhan pokoknya. “Ini yang harus dipertimbangkan, dan dipersiapkan teman-teman (biro perjalanan),” ujar dia.

Menurut Baluki, bukan hanya harga umrah yang akhirnya mengalami penyesuaian terhadap harga dolar AS, tetapi daya beli masyarakat juga akan berkurang. Kondisi tersebut merupakan hukum alam.

“Karena kemarin yang jadi acuan dolar AS (nilainya) Rp 14 ribu. Ketika melonjak ke titik Rp 15 ribu, akan kita sesuaikan, akhirnya naik juga,” kata dia.

Baluki memastikan biro penyelenggaraan umrah tidak akan menaikkan harga, tetapi hanya menyesuaikan saat pelunasan. “Kawan-kawan tentu akan menyesuaikan harga dolar,” ujar dia.

Terkait penyesuaian harga terhadap nilai tukar, ia meyakini calon jamaah tidak akan keberatan. Sebab, sejak awal mendaftar sudah ada informasi tersebut. “Kalau kursnya (rupiah) menguat, jamaah juga dapat pengembalian,” kata dia. (iuy)

Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close