BERITA UTAMAOLAHRAGA

Perpanjang Kontrak, Gaji Luis Milla Sebagai Pelatih Timnas Masih Macet

MataPublik.co, JAKARTA –  Pelatih timnas sepak bola Indonesia, Luis Milla Aspas belum juga memberikan jawaban terkait perpanjangan kontrak kepelatihannya. Wakil Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) Joko Driyono mengatakan, terus berkomunikasi dengan pelatih asal Spanyol tersebut agar bersedia kembali membesut timnas Garuda.

“Kami (PSSI) bersama Milla masih terus melakukan pembicaraan. Dalam waktu dekat ini, kita harapkan sudah ada kejelasan,” ujar dia lewat pesan singkatnya, Rabu (5/9).

 

Joko menyampaikan, PSSI dalam komunikasi tersebut, masih terus berupaya agar Milla tetap bersedia melatih timnas Indonesia. Bukan cuma PSSI yang menunggu jawaban dari Milla. Masyarakat dan suporter juga mengharapkan pelatih 52 tahun itu agar tetap bertahan bersama timnas Indonesia.

 

Penilaian positif atas kemajuan timnas Garuda di tangan mantan pelatih Real Zaragoza tersebut, mencuatkan dukungan agar PSSI mempertahankan Milla. Desakan suporter itu, sebetulnya sudah terjawab dengan keputusan Komite Eksekutif (Exco) PSSI yang memutuskan memperpanjang kontrak Milla selama setahun, Selasa (28/8).

 

Keputusan Exco PSSI itu, sebagai respons dari kegagalan Milla membawa skuat Indonesia U-23 ke babak semifinal Asian Games 2018. Meski Exco PSSI memberikan tawaran perpanjangan kontrak kepelatihan, tetapi Milla belum mengiyakan.

 

Sekertaris Jenderal (Sekjen) PSSI Ratu Tisha Destria menyampaikan, pada Rabu (5/9), jika proses komunikasi dengan Milla tak pungkas pada pekan ini, ada kemungkinan peran pelatih timnas sementara berstatus interim. PSSI, kata Ratu, akan mengandalkan asisten Milla, Bima Sakti Tukiman sebagai pelatih sementara skuat Garuda dalam uji coba.

Lihat Juga  Calon Gubernur Terpilih Maluku Utara Ditahan KPK

 

Pada Selasa (11/9), skuat Indonesia sudah harus kembali melakoni laga uji coba menjamu timnas Mauritania di stadion Wibawa Mukti, Kabupaten Bekasi. Uji tanding digelar sebagai fase awal persiapan skuat Garuda menghadapi gelaran Piala AFF 2018.

 

Ratu juga mengatakan, pun jika proses komunikasi dengan Milla mandek, keputusan Exco PSSI tentang perpanjangan kontrak bisa saja dianulir. Itu sebabnya, dalam keputusan Exco PSSI yang meminta Milla bertahan, juga memberikan jalan keluar berupa calon pelatih alternatif sebagai pengganti.

Namun Ratu menolak membeberkan sejumlah nama pelatih opsional tersebut. “Kita tunggu saja proses komunikasi kita dengan Luis Milla saat ini,” kata dia.

 

Pada saat PSSI dan fan timnas Indonesia menunggu kabar dari Milla, anggota Exco PSSI Gusti Randa mengungkapkan informasi mengejutkan. PSSI ternyata masih menunggak gaji Milla selama tiga bulan.

“Kita tetap minta agar Milla tetap melatih (timnas Indonesia). Karena itu sudah keputusan Exco. Tapi tunggakan gaji Milla itu harus diselesaikan,” kata Gusti saat dihubungi Republika, pada Jumat (7/9).

 

Gusti meyakini, persoalan tunggakan gaji tersebut yang membuat komunikasi antara PSSI dan Milla, bakal menemui jalan buntu. “Tunggakan gaji tiga bulan itu benar. Kita minta sekjen menyelesaikan,” sambung Gusti.

Lihat Juga  Usai Dilantik, Fitrianti Agustinda Langsung Datangi Korban Kebakaran di Kemas Rindo Kertapati

Gusti mengatakan tak hafal sejak kapan PSSI menunggak gaji Milla. Tetapi, ia mengungkapkan, gaji Milla per bulan mencapai Rp 2,3 miliar. “Bayaran itu (Rp 2,3 miliar) untuk satu timnya,” kata Gusti.

 

Sejak melatih skuat Garuda, pada awal 2017, Milla membawa serta dua asistennya yang juga dari Spanyol. Yakni, Miguel Gandia sebagai pelatih fisik, dan Eduardo Perez sebagai pelatih kiper.

Tiga tim kepelatihan dari Spanyol tersebut yang membawa Indonesia meraih medali perunggu saat SEA Games 2017. Tetapi, pada Juni 2018, satu asistennya, Eduardo memilih hengkang ke Qatar.

 

Milla kemudian menambal kekosongan pelatih kiper dengan Julio Banuelos yang lama menjadi asisten di Leeds United, Inggris. Tim kepelatihan baru tersebut saat Asian Games 2018 yang baru lewat, cuma membawa timnas Indonesia sampai ke babak 16 besar. Pencapaian gagal dari target semifinal.

 

Anggota Exco PSSI yang lain, Yunus Nusi kepada wartawan mengatakan, persoalan hak profesional Luis Milla bagian dari komunikasi dan negosiasi yang harus diselesaikan.Ia mengakui, besarnya gaji Milla membuat PSSI bekerja keras mencari pendanaan.

 

“Kami (PSSI) berusaha maksimal mempertahankan Luis Milla karena memang kita membutuhkannya. Kalau memang Luis Milla dibutuhkan untuk kemajuan timnas, kenapa tidak. Kami tinggal berusaha mencari pendanaannya,” ujar Yunus. (iuy)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close