INTERNATIONAL

Perlakuan Pemerintah Cina Terhadap Muslim Uighur Menyedihkan

Perlu Diketahui Bagaimana Perlakuan Cina terhadap Muslim Uighur, yang sudah sejak berpuluh tahun lalu

Mata Publik.co – Betapa menderitanya nasib Muslim Uighur yang telah terjadi sejak berpuluh-puluh tahun lalu. Didiskriminasi dan ditindas. Tapi apa daya mereka hanya bisa pasrah kepada Cina yang terus merengsek untuk memperlakukan mereka sebagai manusia yang tidak punya daya. Menyedihkan tentunya. Tapi, sampai sekarang belum ada upaya dunia untuk memberikan reaksi terhadap perlakuan Cina itu.PERLAKUAN JAHAT – Cina dihujani berbagai kritik dari masyarakat dunia atas perlakuan mereka yang dianggap menindas sejumlah besar warga suku Uighur, kelompok minoritas Muslim negeri itu, antara lain dengan menahan mereka di kamp-kamp khusus.

Pada Agustus 2018, sebuah komite PBB mendapat laporan bahwa hingga satu juta warga Uighur dan kelompok Muslim lainnya ditahan di wilayah Xinjiang barat, dan di sana mereka menjalani apa yang disebut program ‘reedukasi, atau ‘pendidikan ulang’.

Pemerintah Cina membantah tudingan kelompok-kelompok HAM itu. Pada saat yang sama, ada semakin banyak bukti pengawasan opresif terhadap orang-orang yang tinggal di Xinjiang.

Berikut sejumlah hal yang perlu Anda ketahui tentang suku Uighur, kelompok minoritas Islam di Cina.

Siapa orang Uighur?

Mereka adalah kaum Muslimin yang beretnis Turki, jumlahnya di Cina sekitar 11 juta orang. Sebagian besar bermukim di bagian barat negeri itu.

Di mana Xinjiang?

Provinsi dengan mayoritas suku Uighur ini terletak di ujung barat Cina, dan merupakan wilayah terbesar di negeri itu. Sebagai daerah otonom -setidaknya secara teori- Xinjiang memiliki semacam pemerintahan sendiri, yang agak jauh dari kendali Beijing. Muslim Uighur mencakup setengah dari sekitar 26 juta penduduk di wilayah ini.

Hak atas foto Getty Images Image caption Sebuah keluarga Uighur berdoa di makam keluarga, dalam peristiwa tahun 2016.

Apa yang terjadi pada orang-orang di Xinjiang?

Dalam ulasan BBC.com Indonesia, diungkapkan bahwa menurut Human Rights Watch, suku Uighur khususnya, dipantau secara sangat ketat. Mereka harus memberikan sampel biometrik dan DNA. Dilaporkan terjadi penangkapan terhadap mereka yang memiliki kerabat di 26 negara yang dianggap ‘sensitif’. Dan hingga satu juta orang telah ditahan.

Kelompok-kelompok HAM mengatakan orang-orang di kamp-kamp itu dipaksa belajar bahasa Mandarin dan diarahkan untuk mengecam, bahkan meninggalkan keyakinan iman mereka.

Apa yang telah dipelajari ?

Sejumlah mantan tahanan mengatakan kepada kami tentang penyiksaan fisik maupun psikologis yang mereka alami di kamp-kamp penahanan. Seluruh keluarga mereka lenyap, dan mereka mengatakan bahwa para tahanan disiksa secara fisik dan mental. Kami juga melihat bukti dari berlangungnya pengawasan nyaris total terhadap warga Muslim di Xinjiang.

Hak atas foto Getty Images Image caption Perempuan-perempuan Uighur memprotes penahanan kerabat mereka di Urumqi, Xinjiang, pada 2009.

PBB mendapat laporan bahwa hingga satu juta warga Uighur dan kelompok Muslim lainnya ditahan di wilayah Xinjiang barat [Foto: BBC.Com ]
Bagaimana dengan kekerasan warga Uighur?

Sejumlah serangan teroris terjadi selama dekade terakhir, dan pemerintah menuding separatis di Xinjiang dan sekitarnya adalah pelakunya. Sekitar 200 orang -sebagian besar warga suku Han- tewas dalam kerusuhan di Urumqi, ibukota di sana, pada tahun 2009.

Lalu pada Februari 2017, terjadi serangan penikaman yang menewaskan lima orang, yang disusul penggrebekan besar-besaran oleh pemerintah CIna terhadap apa yang mereka sebut sebagai kaum ekstremis dan separatis.

Apa kata Cina?

Mereka menyangkal adanya kamp penahanan khusus tetapi mengatakan orang-orang di Xinjiang itu mendapatkan ‘pelatihan kejuruan’. Seorang pejabat tinggi di Xinjiang mengatakan wilayah itu menghadapi ancaman ‘tiga kekuatan jahat’: terorisme, ekstremisme dan separatisme.

Apa yang dilakukan dunia?

Kecaman internasional semakin meningkat tentang perlakuan Cina terhadap Muslim Uighur. Tetapi, belum ada negara yang mengambil tindakan apa pun selain mengeluarkan pernyataan kritis.

Indonesia

Biarpun belum tindakan dari pemerintah Indonesia atas perlakuan China terhadap warga Uighur, namun masyarakat muslim di Indonesia menaruh simpati kepada masyarakat Uighur. Mereka mulai membuat brosur di media sosisl untuk peduli terhadap Muslim Uighur atas perlakuan Cina.

Editor: Bangun Lubis

 

 

www.google.com                                                  www.alexa.com                                     www.google.com

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close