POLITIK

Debat Capres 2019 Jangan Sampai Saling Memojokkan

"Debat itu sesuatu hal yang baik, menyampaikan gagasan dan kami mempersiapkannya dengan baik

DEBAT CAPRES – Ada prediksi politik dari berbagai pengamat, bahwa dalam capres Januari 2019 nanti, kedua tim pemenangan Prabowo maupun Jokoei akan memamerkan tingkat pemahaman mereka terhadap Agama Islam yang cukup baik.

MataPublik.co – Direktur Charta Politica Yunarto Wijaya menganggap isu tentang aspek keislaman tokoh nasional bukan hal baru. adu pamer ketaatan beragama para figur publik itu sudah jadi gorengan setidaknya pada Pilpres 2014 silam.

Hal yang membedakan, kata Yunarto, jika dulu Prabowo yang dominan menyerang keislaman Jokowi, kini terlihat kubu petahana berupaya menyerang balik soal pemahaman agama yang dimiliki Prabowo.

“Ini kelanjutan dari politik identitas pada 2014 yang sering menyerang pribadi atau keislaman Jokowi. Sekarang jadi senjata makan tuan. Prabowo yang diserang aspek keislamannya,” tutur Yunarto saat dihubungi cnnindonesia.com, Kamis (20/12).

Cara yang ditempuh Jokowi yakni dengan menunjukkan secara eksplisit atau gamblang bahwa dirinya memiliki pemahaman Islam yang lebih baik. Foto tentang Jokowi memimpin salat adalah salah satu contohnya.

“Bertahan dengan menyerang,” kata Yunarto.

Debat putaran pertama Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden pada 17 Januari 2019 juga dinilai mengusung empat tema yakni hukum, HAM, korupsi, dan terorisme. Kedua paslon punya keunggulan dan kekurangannya sendiri terkait tema tersebut.

Pengamat politik Ray Rangkuti sebagaimana dilansir Tribunnews.com,  memperkirakan paslon 01 Jokowi-Ma’ruf akan diserang lewat poin isu penegakan hukum, pemberantasan korupsi dan juga soal terorisme.

“Mungkin ada satu dua yang merugikan di kubunya Pak Jokowi akan kesulitan menjelaskan korupsi. Meskipun tentu bukan tidak bisa dia menjelaskan,” katanya saat ditemui di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (20/12/2018).

Menurut Ray, isu penegakan hukum dan korupsi bakal menjadi senjata andalan kubu Prabowo-Sandi mengingat banyak kepala daerah yang terlibat dan terjaring OTT oleh KPK di era kepemimpinan Jokowi.

Sementara itu, Sekretaris tim pemenangan pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto menyambut baik debat calon presiden (capres) yang akan dihelat Komisi Pemilihan Umum (KPU). Hasto mengatakan, debat dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan gagasan pasangan calon.

“Debat itu sesuatu hal yang baik, menyampaikan gagasan dan kami mempersiapkannya dengan baik,” kata Hasto Kristiyanto di Serang, Banten pada Jumat (21/12).

Hasto berharap, perhelatan debat capres nanti akan berlangsung kondusif dan tidak pihak-pihak yang emosi dalam kegiatan tersebut. Dia juga berharap, tidak ada peserta pemilu yang akan meluapkan kemarahannya dalam debat, apalagi ‘tepukan ajaib’.

‘Terpukan ajaib’ yang dimaksud Hasto mengacu pada perhelatan debat calon presiden dan wakil presiden pada 2014 lalu. Saat itu, calon wakil presiden Jusuf Kalla mendapatkan ‘tepukan ajaib’ tersebut dari calon wakil presiden lawan, Hatta Rajasa.  Kalla kemudian membalas tepukan Hatta kembali.

“Debat itu harus diisi dengan gagasan-gagasan untuk rakyat, untuk bangsa dan negara,” kata Sekretaris Jendral PDIP itu lagi.

Hasto meyakini calon presiden pejawat Joko Widodo siap menghadapi debat perdana yang rencanananya dilaksanakan pada 17 Januari 2019. Namun, Hasto tidak merinci bagaimana persiapan tim kampanye.

“Kalau kita lihat debat dulu kan pak Jokowi sangat siap. Apalagi setelah pengalaman beliau sebagai presiden,” lanjutnya.

KPU diketahui telah menetapkan jadwal debat kandidat calon presiden dan wakil presiden. Debat akan dilaksanakan lima kali. Debat pertama akan dilakukan pada 17 Januari dan dilanjutkan pada 17 Februari, 17 Maret dan 30 maret. Sementara debat kelima masih belum ditentukan waktu dan tanggalnya.

Topik pertama yang akan dibahas pada 17 Januari nanti adalah Hukum, HAM, Korupsi, Terorisme. Tema debat kemudian dilanjutkan dengan bahasan Energi dan Pangan, SDA dan lingkungan hidup, infrastruktur; Pendidikan, Kesehatan, Ketenagakerjaan, Sosial dan Kebudayaan; Ideologi, Pemerintahan, Hankam, Hubungan Internasional; Ekonomi dan kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi, perdagangan dan industri.

Editor: Bangun Lubis

 

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close