Uncategorized

Pemerintah Gunakan Karet Sebagai Campuran Aspal

MataPublik.co, JAKARTA – Pemerintah bakal menggunakan komoditas karet sebagai campuran aspal guna membangun jalan sepanjang 385 ribu kilometer (km). Aspal dengan campuran karet bakal digunakan untuk membangun jalan di tingkat provinsi, kota, hingga kabupaten.

Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan rencana ini sebenarnya sudah dipikirkan sejak 2018 lalu, tetapi realisasinya baru dilakukan pada tahun ini.

Rencana ini muncul karena pasokan karet nasional cukup tinggi, sementara harga di pasar internasional tengah anjlok. Walhasil, produksi karet diupayakan bisa diserap untuk kebutuhan dalam negeri.

“Internasional lagi kurang permintaan, masih banyak stok juga katanya. Sedangkan karet nasional lebih dari 75 persen untuk ekspor,” ucapnya di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Senin (21/1).

Untuk itu, pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyerap pasokan karet nasional untuk dicampur dengan aspal. Namun, agar lebih maksimal pemerintah pusat bakal menyuruh pemerintah daerah untuk ikut menggunakan campuran karet ke aspal.

“Karena kalau mereka pakai juga, itu bisa empat kali (kebutuhannya) dari jalan di pusat. Kami ingin nanti bisa seluruh Indonesia,” katanya.

Lebih lanjut, pemerintah juga tengah mendorong kesiapan industri agar bisa mengolah campuran ini. Namun, ia memastikan sudah ada beberapa pelaku industri yang menyanggupi.

Lihat juga: Oxfam: Aset 26 Terkaya Dunia Setara Harta Separuh Warga Dunia

Meski volume penyerapan karet untuk aspal oleh industri diperkirakan baru sebesar 263.900 juta ton atau sekitar 7 persen dari total produksi nasional mencapai 3,77 juta ton pada tahun lalu.

Di sisi lain, Sigit bilang, pemerintah juga mendorong penyerapan pasokan karet nasional untuk kebutuhan industri pelabuhan hingga vulkanis. Untuk pelabuhan, karet bisa digunakan untuk bumper karet di pinggir pelabuhan (dock fender). Sementara untuk vulkanis, bisa digunakan untuk ban kendaraan bermotor.

“Soal kebutuhan nanti tanya Kementerian Perhubungan, tapi kami di Kemenperin sudah siap itu, sudah ada industrinya,” jelasnya. (iuy)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close