HUKUM & KRIMINALITAS

KPK Identifikasi Dugaan Suap 20 Proyek di Kementerian PUPR

MataPublik.co, JAKARTA – Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan pihaknya telah mengidentifikasi adanya 20 proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang diduga terlibat praktik suap terhadap sejumlah pejabat.

Hal ini disampaikan Febri setelah adanya pemanggilan saksi penyidikan kasus dugaan suap proyek pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) di Kementerian PUPR.

“Telah teridentifikasi setidaknya ada 20 proyek yang diduga juga ada praktik suap di sana terhadap pejabat di Kementerian PUPR,” kata Febri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (21/1).

Pemeriksaan hari ini, lanjut Febri, mengutamakan pendalaman tentang proyek-proyek yang dilaksanakan oleh PT WKE dan PT TSP di Kementrian PUPR. Febri juga menyampaikan temuan aliran dana kepada sejumlah pejabat Kementerian PUPR diduga menggunakan sarana perbankan dari pihak swasta.

Dalam kasus dugaan suap proyek SPAM ini, KPK sebelumnya menetapkan delapan tersangka yang terdiri dari empat orang diduga sebagai pemberi suap. Mereka adalah Direktur Utama PT WKE Budi Suharto, Direktur PT WKE Lily Sundarsih, Direktur PT TSP Irene Irma dan Direktur PT TSP Yuliana Enganita Dibyo.

Sedangkan empat orang lainnya diduga sebagai penerima suap untuk mengatur lelang proyek yaitu, Kepala Satuan Kerja SPAM Strategis/Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SPAM Lampung Anggiat Partunggul Nahot Simaremare, PPK SPAM Ktulampa Meina Woro Kustinah, Kepala Satuan Kerja SPAM Darurat Teuku Moch Nazar dan PPK SPAM Toba 1 Donny Sofyan Arifin.

Anggiat Partunggal Nahot Simaremare, Meina Woro Kustinah, Teuku Moch Nazar, dan Donny Sofyan Arifin diduga menerima suap untuk mengatur lelang terkait proyek pembangunan SPAM Tahun Anggaran 2017-2018 di Umbulan 3-Pasuruan, Lampung, Toba 1, dan Katulampa.

Dua proyek lainnya adalah pengadaan pipa HDPE di Bekasi dan daerah bencana di Donggala, Palu, Sulawesi Tengah. Untuk proyek tersebut, mereka menerima masing-masing sebagai berikut: Anggiat Partunggal Nahot Simaremare menerima Rp350 juta dan US$5.000 untuk pembangunan SPAM Lampung. Selanjutnya, Rp500 juta untuk pembangunan SPAM Umbulan 3, Pasuruan, Jawa Timur.

Meina Woro Kustinah Rp1,42 miliar dan Sin$22.100 untuk pembangunan SPAM Katulampa. Teuku Moch Nazar Rp2,9 miliar untuk pengadaan pipa HDPE di Bekasi dan Donggala, dan Donny Sofyan Arifin Rp170 juta untuk pembangunan SPAM Toba 1. (iuy)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close