EKONOMI

Laba PT Pos Indonesia Turun Berimbas Gaji Macet

MataPublik.co, JAKARTA – Tren laba yang terus turun sejak 2016 lalu bisa jadi alasan PT Pos Indonesia (Persero) terlambat membayar gaji karyawannya. Rencananya, perusahaan BUMN tersebut baru akan membayarkan gaji karyawannya yang jatuh tempo 1 Februari menjadi besok, Senin 4 Februari 2019.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, laba bersihnya tercatat turun 17,4 persen dari Rp426,9 miliar pada 2016 lalu menjadi Rp355,0 miliar pada 2017. Pada 2015 silam, laba perseroan bahkan cuma Rp29,9 miliar.

Maklum, pendapatan perseroan turun tipis 2,8 persen pada 2016 menjadi hanya Rp4,32 triliun pada 2017. Di sisi lain, beban pokok layanan dan keuangan perusahaan kurir pelat merah ini meningkat.

Hingga akhir 2018 lalu, target laba Rp400 miliar diperkirakan tidak akan mencapai targetnya. Mengutip CNBCIndonesia.com, Direktur Utama Pos Indonesia Gilarsi W Setijono mengatakan tahun lalu menjadi tahun yang berat bagi perseroan.

“Kami gak tercapai (target laba). Saat ini, ya hampir seperempatnya saja. Berat. Approximate (sekitar) lah ya, Rp100 miliar,” ujarnya di Kantor Kementerian BUMN, akhir tahun lalu.

Sekadar informasi, Pos Indonesia terlambat membayar gaji karyawannya. “Terkait gaji karyawan yang sempat tertunda, dengan berbagai daya upaya, direksi menjamin perusahaan akan segera membayarkan gaji pada 4 Februari 2019,” tutur Sekretaris Perusahaan Pos Indonesia Benny Otoyo melalui keterangan resminya, Minggu (4/2), seperti dilansir CNN Indonesia.com.

Pun demikian, ia menegaskan agar seluruh karyawan dan Serikat Pekerja (SP) dapat saling bekerja sama dan menjaga keharmonisan hubungan industrial, termasuk juga menjaga nama baik perusahaan di mata pelanggan dan stakeholders.

“Segala hal yang menyangkut masalah internal perusahaan hendaknya seluruh jajaran dapat saling menghormati dan dapat menyelesaikan dengan baik melalui mekanisme yang telah disepakati tanpa melakukan tindakan kontra produktif,” imbuhnya.

Saat ini, Pos Indonesia mengaku tengah berusaha memberikan pelayanan terbaiknya kepada masyarakat. Perseroan juga tengah melaksanakan transformasi, mengikuti perubahan landscape industri kurir dan logistik, maupun jasa keuangan, seiring perubahan teknologi yang cepat, regulasi, dan kompetisi yang kian ketat.

“Program dan strategi yang dilakukan tersebut mutlak mendapat dukungan dari semua pihak di dalam perusahaan, termasuk karyawan dan SP, apabila perusahaan masih diharapkan untuk terus exist (ada),” jelasnya.

Secara tersirat, Pos Indonesia tengah mengalami masalah. Hal itu diakui Benny. Dalam pernyataannya, ia bilang apapun masalah internal yang terjadi di perusahaan, semua pihak wajib untuk menemukan solusi terbaik dengan kondusif. (iuy)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close