PALEMBANG

Terapkan Aplikasi SIDAK Turunkan Angka Kemiskinan

MataPublik.co, PALEMBANG – Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda mengajak seluruh pihak untuk menggencarkan pencapaian target penanggulangan kemiskinan hingga satu digit. Hal ini dikemukakan Fitrianti saat memimpin rapat koordinasi penanggulangan kemiskinan Kota Palembang, di ruang rapat Bappeda Litbang Palembang, Senin (15/4/2019).

“Saat ini sudah terjadi penurunan kemiskinan di Palembang, namun penurunannya masih dalam grafik yang landai. Target ke depannya penurunan jumlah kemiskinan dapat terjadi signifikan dan lebih baik lagi,” kata Fitrianti.

Dalam rakor itu juga, Bappeda Litbang menerapkan aplikasi Sistem Informasi Data Kemiskinan (SIDAK). Tujuan aplikasi ini untuk mengupdate data kemiskinan. “Melalui aplikasi ini, program pemerintah melalui OPD bisa tetap sasaran untuk menurunkan angka kemiskinan hingga satu digit,” kata Fitrianti pula.

Selain membahas tentang kemiskinan, pada rakor tersebut Fitrianti juga mengajak seluruh pihak untuk pula memperhatikan persoalan kesehatan di masyarakat.

Ditegaskan Fitrianti, penerimaan pelayanan kesehatan di masyarakat melalui pemberian Kartu Indonesia Sehat harus menjadi prioritas bersama. “Mari bersama-sama kita menuntaskan kemiskinan yang ada di Palembang serta mampu mewujudkan visi Palembang Emas Darussalam 2023,” ujarnya.

Ia mengatakan pula, tindakan nyata melalui aplikasi program penanggulangan kemiskinan akan lebih efektif untuk mempercepat upaya penurunan angka kemiskinan hingga satu digit.

Sementara itu, Kepala Bappeda Litbang, Harrey Hadi, mengatakan, setelah disahkannya Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), isu pertama yakni masalah kemiskinan dan diharapkan angka kemiskinan tidak lagi dua digit tapi satu digit.

Berdasarkan data BPS sebanyak 179 ribu warga miskin, sedangkan Basis Data Terpadu (BDT) yang dikeluarkan oleh Dinsos yakni 108 ribu.

Harrey mengatakan, tujuan utama apliakasi SIDAK ialah mengurangi angka kemiskinan dengan memberikan bantuan tepat sasaran by name dan by address. “Untuk ketepatan akurasi maka kita memang perlu aplikasi sistem ini. Sehingga kita tahu mana saja daerah yang penduduknya miskin,” ujar Harrey.

Dengan aplikasi SIDAK, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemerintah Kota Palembang akan langsung terkoneksi dengan wilayah dan penduduk yang akan mendapatkan layanan atau bantuan sesuai dengan program yang mereka miliki.

“Jadi program diharapkan tepat sasaran. Contoh,kalau ingin membangun jalan setapak, dapat terlihat kondisi lokasi atau penduduk miskin, nama dan data lengkap dapat terpantau. Makanya harapan kita juga OPD bersinergi dan menseriusi program kegiatan kepada masyarakat,” ujar Harrey, seraya menambahkan, pada 2017-2018, Pemerintah Kota Palembang telah menurunkan angka kemiskinan sebanyak 1,9 persen.

Harrey menyebutkan, kawasan yang mayoritas warga miskin di Jakabaring, Seberang Ulu Satu, Seberang Ulu Dua, Plaju dan Kertapati. “Kita berharap kemiskinan 2021 target kemiskinan satu digit.”

Upaya lain, kata Harrey, di antaranya, bantuan modal tanpa agunan, pertanian seperti bantuan bibit, ternak, perikanan bioplok dan infastruktur seperti bangun jalan setapak. (kjh)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close