INTERNATIONAL

Terbongkar, AS Dalang Dibalik Perang Yaman

MataPublik.co,TEL AVIV –  Kelompok pemberontak Houthi di Yaman mengecam keras tindakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat mem-veto resolusi Kongres yang memerintahkannya mengakhiri dukungan terhadap Arab Saudi dalam perang di Yaman.

Penggunaan hak veto tersebut, menurut Houthi, menjadi bukti kuat bahwa AS “mendalangi” konflik ini. “Itu tidak hanya membuktikan bahwa AS terlibat, juga berada di balik layar terkait keputusan Saudi untuk berperang,” kata Juru Bicara Houthi Mohammed Abdelsalam via Twitter, Rabu (17/4).

“Pihak-pihak lain yang terlibat aktif sepertinya hanya mematuhi perintah untuk mewujudkan keinginan atau ambisi AS,” tambahnya, merujuk pada koalisi pimpinan Saudi yang membela rezim pemerintahan Yaman.

Abdelsalam, pemimpin delegasi Houthi dalam perundingan damai dengan otoritas Yaman yang difasilitasi PBB, menganggap AS juga harus bertanggung jawab atas terjadinya “pembantaian, kejahatan perang, dan pengepungan tak berperikemanusiaan di Yaman”.

Yaman dan Meksiko menjadi target penggunaan hak veto Trump. Sang Presiden mem-veto resolusi Kongres yang bertujuan membatalkan status keadaan darurat di perbatasan. Status ini dinyatakan Trump, Maret lalu, agar ia bisa mencari dana tambahan (terutama dari militer) untuk meneruskan pembangunan tembok perbatasan dengan Meksiko.

Sebelum itu, Kongres menolak memenuhi permintaan Trump untuk pembangunan tembok, sebesar US$ 5,6 miliar, lalu Trump membalas dengan penolakan menandatangani anggaran untuk sejumlah pemerintahan federal sehingga terjadi shutdown sejak Natal 2018.

Resolusi Kongres terkait Yaman merupakan kesepakatan bipartisan antara Partai Demokrat dan Republik demi membatasi sepak terjang Trump dalam menggunakan kewenangan presiden untuk mengobarkan perang-yang “dikecam” Trump sendiri ketika mengumumkan veto-nya, Selasa (16/4).

Demokrat berpendapat keterlibatan AS dalam konflik Yaman adalah tindakan inkonstitusional karena tidak disetujui oleh Kongres. AS mendukung mesin perang Saudi dan sekutunya, terutama dengan cara berbagi informasi intelijen, memberikan dukungan logistik, dan membiayai bahan bakar jet tempurnya (sekarang sudah dihentikan).

Trump berargumen bahwa dukungan AS terhadap Saudi dan pemerintahan Yaman dalam memerangi Houthi, yang menguasai Ibu Kota Sanaa, memang diperlukan untuk menjamin keselamatan lebih dari 80 ribu orang AS “yang bermukim di negara-negara koalisi tersebut, yang menjadi target serangan Houthi dari Yaman”.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 10 ribu orang tewas dalam konflik Yaman yang berlangsung sejak 2015. PBB pun mengecam koalisi pimpinan Saudi yang dituduh membunuh anak-anak dan perempuan. (kjn)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close