PALEMBANG

Software CSIRT untuk Cegah Insiden Keamanan Siber

MataPublik.co, PALEMBANG – Insiden keamanan siber merupakan kejadian yang dapat mengganggu atau mengancam berjalannya sistem elektronik atau informasi kritikal bagi layanan publik atau pelanggaran kepatuhan terhadap kebijakan keamanan siber.

Begitu yang disampaikan oleh Direktur Penanggulangan dan Pemulihan Pemerintah Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Daddy Estoe Widodo. Dalam Asistensi Pembentukan CSIRT (Computer Security Incident Response Team) Sektoral di Lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Sumsel.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) bekerja sama dengan Diskominfo Sumsel bertempat di Ruang Rapat Graha Bina Praja, Kamis, (9/5/2019).”Insiden keamanan siber di Pemerintahan atau suatu perusahaan dapat dilaporkan kepada CSIRT, namun harus dilengkapi dengan buktinya,” kata Daddy.

Computer Security Incident Response Team (CSIRT) adalah organisasi atau tim yang bertanggung jawab untuk menerima, meninjau, dan menanggapi laporan dan aktivitas insiden keamanan siber. Dikatakannya serangan siber menargetkan para pengguna akun, makanya orang tersebut harus bisa menjaga data-datanya, dapat juga dilakukan melalui sistem operasi dan akun-akun media sosial.

“Pemerintah daerah adalah yang paling mudah diserang,” ucapnya. Oleh karena itu, diharapkan pembentukan CSIRT di daerah akan meningkatkan kemampuan SDM tentang keamanan siber.

Ia mengatakan Indonesia harus memperkuat sistem yang dimiliki Pemda masing-masing daerah. Dan melalui kegiatan hari ini maka diharapkan dapat memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada di daerah terkait keamanan siber.

Insiden keamanan siber dapat dilaporkan kepada CSIRT. Caranya yaitu kumpulkan bukti insiden berupa foto atau screenshot insiden atau log file yang ditemukan. Kemudian hubungi (021) 78833610 , atau laporkan dan kirimkan bukti ke bantuan70@bssn.go.id atau pusopskamsinas@bssn.go.id.

“Setelah itu maka aduan akan segera kami tangani, bahkan tidak sedikit instansi yang tidak tahu jika datanya dihack,” ujarnya. Selanjutnya, dikatakannya bahwa di setiap daerah maka akan dibentuk dan dilatih tim CSIRT.

Sementara itu, Plt Kadis Kominfo Sumsel, Jon Kenedy, SE MSi mengatakan kemajuan teknologi mempengaruhi kehidupan manusia dengan begitu pesat. Penetrasi penggunaan teknologi informasi sudah sangat masif di seluruh rakyat Indonesia.

Munculnya teknologi smart phone, jaringan internet, dan aplikasi elektronik berbasis internet lainnya menyebabkan perubahan kebudayaan di masyarakat. “Internet membuat orang-orang jadi lebih individualis dan kurang bersosialisasi,” katanya.

Namun ada dampak positif juga yaitu memberikan kemudahan-kemudahan bagi para pengguna teknologi yaitu mempermudah transaksi.

“Aktivitas sehari-hari dapat dilakukan dengan cepat, mudah, dan transparan,” tambahnya.  Perkembangan internet dapat merubah perilaku karena hampir semua peralatan cenderung digerakan oleh internet.

Menurutnya, dampak negatif internet akhir-akhir ini cenderung meningkat, oleh karena itu maka diadakan kegiatan ini agar kita dapat mengetahui dampak positif dan negatif dari keamaanan siber. Selain itu, dalam pertemuan ini juga dipaparkan mengenai rencana pembentukan CSIRT dan tentang keamanan informasi. (iuy)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close