HEALTH

IDI: Kematian Petugas KPPS Bukan Karena Kelelahan

MataPublik.co, JAKARTA – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) membantah tudingan yang menyebutkan, meninggalnya petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) karena kelelahan. IDI menilai ada faktor lain yang mempengaruhi kematian mereka.

“Menghadapi kasus kematian mendadak dalam jumlah besar dalam kurun waktu yang singkat, IDI berpendapat bahwa kelelahan bukanlah penyebab langsung kematian. Namun bisa jadi itu salah satu faktor pemicu atau pemberat sebab kematian,” kata Ketua Umum IDI, Daeng M Faqih, di kantor Pengurus Besar IDI Jakarta, Senin (13/5).

Dia menerangkan, bahwa petugas KPPS yang menjadi korban meninggal kemungkinan telah memiliki penyakit sebelumnya. Saat mendapatkan pekerjaan yang berat hingga kelelahan, itu memicu atau memperberat untuk menjadi penyakit tertentu.

“Kelelahan akan memicu penyakit tertentu. Penyakit itu yang menyebabkan kematian. Kelelahan hanya salah satu faktor risiko saja yang memicu atau memperberat menjadi suatu penyakit, jadi bukan karena kelelahan,” tutur Daeng.

Direktur Bina Upaya Kesehatan Rujukan, Ditjen Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan, Tri Hesty Widyastoeti, pun menjelaskan kematian paling banyak disebabkan oleh penyakit jantung dan stroke. Itu berdasarkan data yang ada selama ini.

Ahli penyakit dalam, Prof Zubairi Djoerban SpPD KHOM, menyebutkan faktor kelelahan, dehidrasi, dan stress dapat memicu terjadinya serangan jantung dan stroke yang bisa menyebabkan kematian. Namun ia menegaskan hal tersebut bukanlah faktor tunggal, melainkan ada faktor-faktor lainnya yang memperparah penyakit. Oleh karena itu, ia berpendapat, diperlukan penelitian lebih mendalam untuk memastikan apa penyebab kematian petugas KPPS.

Daeng Faqih menambahkan IDI sebagai organisasi profesi siap membantu semua pihak yang berwenang dan bertanggung jawab untuk melakukan penelitian mendalam dan atau investigasi yang objektif. Investigasi ini berbasis keilmuan terhadap kejadian kematian ratusan petugas KPPS tersebut. (ass)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close