OLAHRAGA

Pecahkan Rekor Nasional, Zohri Juga Lolos ke Olimpiade 2020

MataPublik.co, FINLANDIA – Prestasi demi prestasi diukir pelari cepat belia Indonesia, lalu Mohammad Zohri. Ia menjadi juara dunia 100 m U-20 di Finlandia (dengan catatan 10,18 detik) 2018, juara 100 m Grand Prx Malaysia Terbuka 2019 (10,20 detik), dan meraih perak Kejuaraan Asia 2019 di Qatar (10,10 detik, memecahkan rekor nasional).

Torehan prestasi teranyar adalah meraih perunggu 100 m di Seiko Golden Grand Pix 2019 di Osaka, Jepang (10,03 detik, rekor nasional dan ASEAN atas nama Suryo Agung Wibowo dengan waktu 10,17 detik), Ahad (19/5).

Pemuda berusia 19 tahun asal Nusa Tenggara Barat itu hanya  kalah dari Justin Gatlin dari Amerika Serikat (10,00 detik, juara dunia 100  putra dan peraih perak Olimpiade 2016 ) serta Yoshinide Kiryu dari Jepang (10,01 detik).

Masih ada keberhasilan lain yang digapai Zohri. Dengan catatan waktu 10,03 detik, dia dipastikan lolos ke Olimpiade Tokyo 2020.

Catatan waktu tersebut menempatkan Zohri di posisi sekitar 20-30 dunia. Sebelumnya dengan catatan terbaik sekitar 10,20 detik untuk jarak 100 m, Zohri berada di kisaran 60-70 dunia. Sedangkan jatah untuk bisa lolos ke olimpiade, paling tidak harus berada di posisi 56 dunia.

Keberhasilan Zohri lolos ke olimpiade ini mengulang prestasi yang pernah dicapai almarhum Purnomo Mohammad Yudhi saat Olimpiade 1984 di Los Angeles, Amerika Serikat. Purnomo bahkan bisa masuk semifinal. Demikian juga dengan Mardi Lestari yang masuk semifinal Olimpiade 1988 di Korea Selatan.

Tak sekadar lolos ke olimpiade, Zohri pun menorehkan tinta emas dengan catatan waktu paling tajam di antara para sprinter nasional.  Keberhasilan ini sekaligus memenuhi harapan pelatihnya Eni Nuraeni. Pelatih berusia 72 tahun ini bahkan berharap Zohri bisa masuk final 100 m olimpide 2020.

Keikusertaan Zohri ke Seiko Grand Prix di Jepang bukan dilewati dengan mudah. Pantia sempat menolak lantaran catatan prestasi Zohri masih di bawah peserta lain yang diundang.

Sekjen Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI), Tigor Tanjung, terpaksa meyakinkan panitia bahwa Zohri hanya kalah dari pelari Jepang, Yoshinide, yang akhir mendapat perak. Zohri pun mendapat jatah sebagai peserta undangan. “Kami berharap Zohri bisa makin terasah di pelbagai turnamen lain dan maki berprestasi. Itu sekaligus untuk terus menambah poin ke olimpiade,” kata Tanjung. (ass)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close