SUMSEL

Festival Sriwijaya Suguhkan Hiburan Rakyat Dengan Kemasan Modern

MataPublik.co, PALEMBANG – Pengunjung maupun masyarakat dapat menikmati Festival Sriwijaya dengan alunan musik tradisional daerah-daerah di Sumatra Selatan dalam kemasan modern. Atraksi seni budaya dan Kelompok musik etnik Sumatera Selatan Rejung Pesirah

Terdapat juga penampilan teater komedi tradisional Dul Muluk. Teater ini pada masa awalnya adalah aksi monolog yang menyampaikan cerita penuh hikmah dalam kemasan komedi, menyerupai stand up comedy di zaman sekarang.

Lalu terdapat pula sajian drama tradisional Lenggang Palembang yang berisi kisah kehidupan sehari-hari keluarga Palembang. Pencak Silat tradisional juga akan hadir di pentas Festival Sriwijaya. Beladiri Sumatra Selatan yang juga dikenal dengan sebutan ‘kuntau’ ini diharapkan dapat kembali hidup di bumi Sriwijaya.

Selain itu, panggung Festival Sriwijaya yang diselenggarakan pada 16-22 Juni 2019, juga menghadirkan kesenian kaum Peranakan. Barongsai dan seni beladiri Kungfu akan dihadirkan oleh Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia Sumatra Selatan.

Bagi pengunjung yang ingin mendalami sejarah kota Palembang maka Museum Balaputradewa menghadirkan tenda sejarah yang berisi linimasa perjalanan kota Palembang dari awal pendirian Kedatuan Sriwijaya sampai masa sekarang.

Tenda ini dilengkapi dengan infografis berukuran besar yang terpasang di dinding, sehingga memudahkan para pengunjung untuk membaca dan petugas yang menjaga gerai museum juga siap membantu menjelaskan kepada pengunjung.

Hari terakhir Festival Sriwijaya akan dimeriahkan oleh dua acara keren, yaitu karnaval fesyen dan Festival kuliner. Karnaval fesyen Sumatra Selatan akan mengangkat tema ‘dari masa ke masa’ dan menyajikan pakaian tradisional Palembang dan perkembangannya dari tiap generasi. Festival ragam kuliner Sumatera Selatan akan menyajikan bermacam-macam kuliner khas 17 Kabupaten dan Kota yang ada di Sumatra Selatan.

Traveler yang masih bingung mau ke mana pada minggu ini bisa mampir ke Festival Sriwijaya. Selain acaranya menarik, lokasinya juga mudah sekali dijangkau dan biayanya murah. dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, kamu bisa menumpang LRT dan turun di Stasiun Ampera.

Selanjutnya, dari Stasiun Ampera kamu melanjutkan perjalanan dengan berjalan kami selama kurang lebih 5 menit untuk sampai ke lokasi acara Festival Sriwijaya di Benteng Kuto Besak. Biaya dari bandara menuju stasiun Ampera hanya Rp 5 ribu.

Festival ini sebelumnya sudah resmi dibuka Gubernur Sumsel H. Herman Deru didampingi Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Sumsel Hj Febrita Lustia Herman Deru pada saat acara Festival Sriwijaya XXVIII Tahun 2019 di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB), Minggu (16/6/2019) malam.

Gubernur Herman Deru tuturkan, dari semua peninggalan itu ada 3 hal besar yang membuktikan bahwa Kerajaan Sriwijaya sangat mempengaruhi peradaban saat ini pertama Sriwijaya berjasa dalam mendukung persatuan dan kesatuan bangsa.

Selanjutnya kapal-kapal Sriwijaya yang berlayar ke berbagai wilayah ikut mempengaruhi hadirnya bahasa melayu yang sekarang dinikamti sebagai bahasa Indonesia. Dan yang ketiga Sriwijaya ikut menumbuhkan gagasan pendidikan dan memberikan contoh tolreansi dan kehiduoan multi kultur.

Hadir dalam Acara festival tersebut ditandai dengan pembentangan Layar Kapal Sriwijaya secara simbolis oleh Gubernur Sumsel Herman Deru didampingi Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata RI, Rizky Handayani, Sekda Provinsi Sumsel Nasrun Umar, Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Irwan, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, Ketua Arsip Nasional, Walikota Palembang Harnojoyo. (dik)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close