NASIONAL

Naik Haji, Pasutri asal Sumut Ini Berusia Lebih 100 Tahun

MataPublik.co, MEDAN  – Dua pasangan suami isteri (Pasutri) calon jamaah haji tertua asal Kota Padangsidimpuan bernama Kartawi berusia 105 tahun dan istrinya Karitem berusia 104 tahun mantap menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci. Karitem mengaku kesehariannya dulu adalah berjualan, bila ada mobil yang mengangkut jamaah calon haji lewat Karitem akan berteriak agar ia juga bisa berangkat haji. “Tungguin aku di sana ya, teriak ku saat itu. Udah lama kali itu,” katanya pada media, Sabtu (20/7).

Karitem yang memiliki nomor manifes 14 itu mengatakan tahun 2019 inilah doa itu terjawab. Di tahun 2013 ia dan suaminya mendaftar haji hasil uang yang ia kumpul-kumpulkan sedikit demi sedikit. “Masih muda memang ingin berangkat haji. Tapi inilah baru terlaksana. Alhamdulillah tahun 2013 mendaftar dipanggil tahun 2019,” ucap perempuan yang memiliki anak 9 dan sudah meninggal terlebih dahulu 2 orang sedangkan cucunya berjumlah 26 dan 15 cicit.

Karitem berharap ia dan suaminya selamat sampai tanah suci dan di sana dalam keadaan sehat pula. Anak-anak yang ia tinggal juga sehat. “Pulang ke Tanah Air juga sehat,” sebut nenek yang sehari-hari makan ikan asin dan ikan laut dan rebusan daun ubi.

Sang suami Kertawi dengan nomor manifes 13 saat diwawancarai mengatakan, meski sudah berusia cukup tua tak ada rasa ragu untuk berangkat ke rumah Allah. “Gak ada rasa ragu karena memang telah diniatkan untuk amal saya juga,” ucapnya yang memang telah memiliki masalah pendengaran.

Sementara itu, Ketua Rmbongan 1, Zainal Abidin mengatakan sebelum berangkat ke Asrama Haji Medan rombongan telah dilepas oleh Walikota Padangsidimpuan berangkat dengan 14 bus yang disediakan oleh pemerintah.

“Alhamdulillah semuanya sudah sampai kemarin, kecuali 1 orang kami dengar kemarin gagal berangkat tapi belum ada kepastian dan saya sebagai ketua rombongan 1 ada 44 orang semuanya lengkap termasuk yang paling tertua atas nama Kartawi umur 105 tahun & Karitem umur 104 tahun yang saya lihat kondisinya baik saat manasik haji dan saat ini,” jelasnya.

Memang, kata Abidin untuk Kartawi memiliki masalah pendengaran. Ia berharap sampai pelaksanaan haji semua berjalan lancar. “Kami semua kembali lagi ke tanah air dengan selamat. Tentunya saya akan dampingi beliau-beliau ini setibanya di Tanah Suci,” pungkasnya. (aza/far)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close