OLAHRAGA

Ini Kriteria Ketua KONI Sumsel Pilihan Herman Deru

MataPublik.co, PALEMBANG – Melang Musyawarah Provinsi KONI Sumsel sejumlah nama sudah muncul menjadi kandidat untuk merebut kursi Ketua Umum.  Salah satu calon kuat H Hendri Zainuddin yang digadang-gadang bakal memegang kendali induk organisasi olahraga di Sumatera Selatan.

Lantas bagaimana tanggapan para cabor?.  Gubernur Sumsel H Herman Deru ternyata punya kriteria sendiri dalam memilih Ketua Umum KONI Sumsel nantinya. Deru yang juga masuk dalam votter lantaran dirinya Ketua Perbakin terpilih memiliki hak dalam memilih kandidat ketua untuk mengisi jabatan Ketua KONI periode 2019-2024. “Adalah rahasia, cluenya dia harus muda, siapa itu, yang muda itu kalian sudah tahu,” ujar Herman Deru, Rabu (31/7).

Sebagai Gubernur Sumsel, dirinya ingin menyelaraskan kerja Pemprov dengan Koni agar selaras dalam membangun olahraga di Sumatera Selatan. Tidak hanya sukses soal penyelenggaraan olahraga, Sumsel harus sukses membangun prestasi dalam olahraga.

“Kalau sebagai gubernur aku menginginkan tokoh yang dipilih nanti tokoh yang memang paham tentang olahraga secara umum. Juga yang memahami tentang atlet jangan ada pengurus cabang dan pengurus daerah tetapi tidak ada kegiatannya tidak ada yang dihasilkan,” ujar dirinya.

Deru menambahkan, soal kepemimpinan Koni yang akan datang dirinya melihat siapa pun yang terpilih harus mengerti bagaimana organisasi Koni bergerak sehingga selaras antara prestasi dan dana yang dikeluarkan. “Koni ini dibiayayi oleh uang masyarakat, tentu masyarakat ingin melihat prestasi. Berikut saran saya mereka yang jadi ketua harus mengerti tatanan organisasi. Aku ingin olahraga di Sumsel berkembang. Apa lagi pada PON 2016 lalu kita miris peringkat Sumsel menempati peringkat 21, sungguh jauh,” jelas dia.

Untuk posisi ketua Koni Deru memiliki penilaian sendiri. Selain bisa memegang atlet seorang calon ketua Koni harus bisa memaparkan visi misinya dengan baik. “Secara pribadi saya dukung semua kalau yang terlihat serius dan bisa memaparke visi misinya dengan baik bukan hanya meyakinkan. Baik saya sebagai gubernur dan Ketua Cabor akan saya dukung,” jelas dia.

Dirinya berharap tidak ada penggunaan money politic dalam pemilihan Koni. Dirinya berharap yang terpilih memang orang yang ingin mengabdi membawa olahraga Sumsel lehih baik. “Yang punya hak pilih jangan ada pengaruh-pengaruh money politic dalam bentuk apapun untuk memilih seseorang,” jelas dia.

Pembinaan atlet membutuhkan waktu yang panjang. Menurut Deru, tidak ada yang instan dalam setiap hal termasuk olahraga. Dirinya melihat jika selama ini praktek meminjam atlet sudah menjadi kebiasaan. Dengan struktur Koni baru dirinya berharap budaya bon atlet tidak lagi terjadi. “Siapapun terpilih aku ingin setiap cabor itu benar-benar membina atlet lokal jangan berpikiran ngebon dari luar atau apa. Koni ini tugasnya lebih kepembinaan atlet,” ujar dia.

Untuk menghilangkan budaya tersebut pembinaan atlet sejak dini harus dilakukan. Selain itu bekerja sama dengan komunitas dan sekolah untuk menjaring bibit-bibit berbakat.

“Kita tahun tidak semua cabor berprestasi jadi harus ada yang ditonjolkan. Wilayah sungai kita luas masa kita tidak bisa membentuk atlet renang berpreatasi. Harus ada yang nonjol, dengan tidak mengabaikan potensi lain. Pemerintah akan membackup kerja Koni jika itu untuk prestasi,” ujar dia.

Prestasi pada PON 2020 mendatang menjadi PR pertama bagi Ketua Koni baru. Deru menargetkan time Sumsel dapat merebut 5 besar daerah terbaik dalam tingkat olahraga. “Jika sebelumnya kita papan bawah tahun depan pada PON harus ada di papan atas bagian 5 besar. Itu target kita. Target kita harus tinggi,” tandasnya. (imn)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close