HEALTH

Bahan Pangan di Pasar Induk Harus Bebas dari Zat Berbahaya

MataPublik.co, PALEMBANG – Wakil Wali Kota (Wawako) Palembang, Fitrianti Agustinda meninjau sejumlah pasar yang ada di Kota Palembang, Kamis (15/8/2019). Salah satunya, di Pasar Induk Jakabaring yang berlokasi di Jalan Pangeran Ratu, 15 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Kota Palembang.

Dalam tinjauan tersebut, Wawako menjelaskan peninjauan dilakukankan, untuk memantau dan memastikan bahan pangan di pasar yang ada di Kota Palembang, aman dari zat berbahaya.

Ia juga menjelaskan, tinjauan ini dilakukan untuk memantau harga bahan makanan di pasar khususnya sekitar Pasar Induk Jakabaring. “Melalui tinjauan ini juga, kami ingin memantau stabilitas harga agar berjalan normal, memang ada satu bahan makanan seperti cabai yang mengalami kenaikan harga sekitar 50%, kemarin harga cabai sekitar Rp40.000-Rp50.000, sekarang bisa mencapai Rp70.000-Rp80.000, kenaikan ini dikarenakan musim kemarau yang membuat petani cabai kita kesulitan,” paparnya.

Mendapati kenaikan harga pada cabai tersebut, Fitrianti mengatakan, pihaknya akan berupaya untuk menstabilkan harga bahan makanan tersebut. “Kita sudah menginstruksikan kepada Dinas Perdagangan untuk bersama mencari solusi terkait persoalan ini, agar tidak melambung tinggi, kita monitor kenaikan ini, kita akan segera melakukan sidak pasar bersama-sama,” imbuhnya pula.

Selanjutnya, Fitri mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mencoba mencampur bahan makanan dengan zat yang berbahaya. “Kita produksi bahan pangan ini juga akan dipasarkan ke luar kota, jadi kalau di sana mengandung formalin, maka nama Palembang sebagai daerah pemasok juga, akan tercoreng. Jadi kami mengimbau dan mengajak pedagang untuk tidak mencampurkan zat berbahaya ke bahan makanan, dan mari bersama-sama menjaga bahan pangan kita, agar lebih berkualitas untuk dipasarkan,” tegas Wawako.

Sementara itu, Kepala BBPOM Palembang Herdaningsi mengatakan, bahan makanan yang ada di pasar induk tergolong bebas dari bahan berbahaya. “Kita sudah menguji sekitar 15 sample yang terdiri dari tahu, mie, cumi kering, ikan giling, ikan asin, bekasam, dan lainnya. Hasilnya negatif. Kami berpesan, karena pasar ini termasuk grosir mie dan tahu, kami mengingatkan kepada pedagang jangan mencampur bahan yang berbahaya,” pungkasnya. (imn)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close