PALEMBANG

Kebersihan Permukiman Tepi Sungai Jadi Perhatian Serius

MataPublik.co, PALEMBANG – Penataan kebersihan tepi sungai jadi titik fokus Pemkot Palembang menghadapi penilaian Adipura tahun ini. “Kebersihan di kawasan permukiman tepian sungai pasang surut sangat mempengaruhi penilaian. Kalau jorok, tidak bersih, Adipura tidak bisa kita raih. Makanya, camat yang ada di kawasan itu harus perhatikan, banyak sampah di bawah rumah-rumah warga,” ujar Sekretaris Daerah Kota Palembang, Ratu Dewa, di ruang Parameswara Setda Palembang, Selasa (10/9).

Adapun permukiman di tepian sungai ada di Kecamatan Alang-Alang Lebar, Sako, Kalidoni, Sematang Borang, Seberang Ulu I, Seberang Ulu II, Ilir Timur II dan Gandus.

Selain perumahan di lokasi pasang surut, tim penilai dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), juga akan menilai sejumlah jalan. Yakni Jalan Demang Lebar Daun, Basuki Rahmat, Sudirman, Ahmad Yani, POM IX, Veteran, Kolonel H Burlian, Soekarno Hatta, Residen Abdul Razak, Kapten A Rivai, Jaksa Agung R Suprapto.

Penilaian akan dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada September pekan kedua ini.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Palembang, Alex Ferdinandus, menambahkan, kebersihan pasar juga menjadi salah satu yang akan dinilai. Pihaknya, meminta PD Pasar Palembang Jaya untuk menangani kebersihan pasar.

Diantaranya pasar yang masih sangat kotor yakni pasar Jakabaring, Pasar Gubah, Pasar Padang Selasa, Pasar Km 5, Pasar Kebun Semai, Pasar Plaju dan Pasar Kertapati. masalah kebersihan pasar dan kawasan permukiman memang harus dijaga.

Sebetulnya masalah kebersihan ini selalu diulang setiap tahun untuk mendapatkan Adipura. “Semestinya pasar menerapkan pengolahan sampah antara organik dan anorganik dipisahkan, juga sistem pengomposan sampah yang masih belum maksimal,” kata Alex. (imn)

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close