EKONOMIPALEMBANG

UMKM Pasarkan Pempek di Indomaret

MataPublik.co, PALEMBANG – Pemerintah Kota Palembang melalui Wali Kota Harnojoyo terus membantu para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) pempek memasarkan produknya. Salah satu upaya itu, dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Indomarco Prismatama dengan Asosiasi Pengusaha Pempek Kota Palembang, di rumah dinas wali kota, Selasa (17/3/2020).

Dalam poin kerja sama itu, Indomaret akan menyediakan tempat (space) bagi pengusaha pempek memasarkan kulinernya. “Alhamdulillah. Kita sudah MoU dengan Indomaret untuk pemasaran pempek. Tujuan kita mengangkat pengusaha pempek tidak hanya terkenal, tapi berkembang. Karena Indomaret yang tersebar di Indonesia sudah banyak, sehingga akan mudah untuk memasarkan penganan khas Palembang ini,” ujar Harnojoyo.

Orang nomor satu di Kota Palembang ini sangat mengapresiasi PT Indomarco Prismatama yang sudah membuka peluang terhadap UMKM di Kota Palembang. Apalagi, kata dia, selain pempek, ada 187 jenis penganan khas Kota Palembang yang juga bisa dibantu pemasarannya.

“Harapan kita, mudah-mudahan Indomaret bersedia untuk memasarkan sampai ke penjuru tanah air. Tak hanya itu,  pempek adalah makanan sehat karena tidak mengandung kolesterol. Yang pasti kita lebih mudah mendapatkan pempek. Tinggal datang ke Indomaret bisa langsung menikmatinya,” kata Harnojoyo.

Kepala Cabang PT Indomarco Prismatama, Tondo Saputra, mengatakan, saat ini sudah ada 20 pengusaha pempek yang bekerja sama dengan Indomaret dalam bentuk frozen atau frezeer. “Tentunya rasa makanan ini jadi pertimbangan. Kalau enak itu banyak, tapi bagaimana kualiti kontrol supaya penganan satu ini laris,” katanya.

Dia menyebutkan, total gerai Indomaret ada 300-an. “Kita sebagai penyedia tempat untuk membantu UMKM memasarkan produk khas Palembang. Kalau selama ini semua daerah ada, Palembang ini sudah ada. Tapi bukan pempek, seperti kue basah, cireng dan lainnya,” beber dia.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pempek Kota Palembang, Yeni Anggraini, mengucapkan terima kasih karena sudah difasilitasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Kota Palembang. Yeni mengatakan, sebetulnya proses kerja sama sudah dilakukan sejak Juli lalu,  hanya saja pihaknya masih mengurus standar edar. “Kita sudah launching pertama di Indomaret 14 Ulu.”

Untuk kerja sama ini, ada empat criteria. Pertama outdoor, yakni menjual pempek di luar Indomaret satu pedagang, di gerai yang kering sepeti kerupuk dan kemplang, kemudian ada ready to eat, yang langsung bisa dimakan letaknya disebelah kasir dan terakhir frozen food yang sudah packaging.

“Saat ini yang lolos baru 20 UMKM. Mudah-mudahan menasional di seluruh Indomaret Indonesia. Kita juga berharap UMKM yang belum ada perizinan bisa mulai menyusul untuk menuju standar nasional,  seperti adanya komposisi dan label,” kata Yeni.

Kepala DPM-PTSP Palembang, Akhmad Mustain, mengatakan pihaknya terus berupaya membantu UMKM. “Alhamdulillah, pengusaha pempek sudah bisa memenuhi standar dari Indomaret. Mulai dari kelengkapan PIRT, laik izin sanitasi,  sertifikat halal, dicek bagamana proses pengolahannya, packagingnya,” Mustain menjelaskan.

Namun Mustain mendorong agar pada pengusaha lainnya dapat memperhatikan cek rasa dan standar untuk diedarkan. “Kami berharap bisa ada di seluruh Indonesia.  Langkah kita mengedukasi para UMKM agar memenuhi standar. Melaui kerja sama ini, tentu orang bisa menemukan pempek langsung saja ke Indomaret. Setelah ini kita juga bakal jajaki selain Indomaret di Alfamart,  212 dan lainnya,” ujar Mustain pula. (imn)

 

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close