INTERNATIONALKESEHATAN

Belanda, Spanyol dan Turki Tolak Perlengkapan Medis dari China

MataPublik.co, JAKARTA Pemerintah Belanda, Spanyol, dan Turki, menolak perlengkapan medis buatan Cina yang sedianya digunakan untuk memerangi wabah virus corona karena kualitasnya di bawah standar atau cacat produksi.

Di Belanda, sekitar 600.000 masker kesehatan dari Cina ditarik dari peredaran. Peralatan medis tersebut tiba dari Cina pada 21 Maret 2020, dan telah didistribusikan ke semua tim medis yang berada garis depan. Kementerian Kesehatan Belanda mengatakan, masker dari Cina tersebut tidak sesuai standar, dan filternya tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Padahal produsen pembuat masker tersebut telah memiliki sertifikat kualitas.

“Sisa kiriman barang segera kami tangguhkan dan tidak akan kami distribusikan. Sekarang sudah kami putuskan untuk tidak menggunakan barang-barang ini lagi,” kata Pejabat Kementerian Kesehatan Belanda dalam pernyataan pers, dikutip dari bbc.com, Selasa (31/3).

Lihat Juga  Tentara Filipina Serang Pelaku Bom Bunuh Diri, 8 Tewas

Pemerintah Spanyol juga mengalami masalah yang sama. Alat tes virus corona yang dipesan dari salah satu perusahaan asal Cina tidak berfungsi sebagaimana diharapkan.

Sebelumnya, Pemerintah mengumumkan telah membeli ratusan ribu alat tes untuk mendeteksi virus corona. Akan tetapi, hampir 60.000 di antaranya tidak dapat memberikan hasil secara akurat apakah seorang pasien memiliki virus corona atau tidak.

Menanggapi hal tersebut, Kedutaan Besar Cina di Spanyol memberikan pernyataan bahwa perusahaan pembuat alat tes dimaksud, Shenzhen Bioeasy Biotechnology, tidak memiliki lisensi resmi dari otoritas medis Cina untuk menjual produk-produknya.

Lihat Juga  Walhi Sayangkan Ancam RI kepada Uni Eropa

Pernyataan tersebut sekaligus mengklarifikasi bahwa perlengkapan medis yang disumbangkan oleh Pemerintah Cina dan kelompok teknologi dan ritel Alibaba bukan termasuk produk dari Shenzhen Bioeasy.

Di tempat lain, Pemerintah Turki juga mengumumkan telah menemukan beberapa alat tes virus corona yang dipesan dari perusahaan-perusahaan Cina. Namun, tidak memberikan hasil akurat. Walaupun kemudian disampaikan juga bahwa sekitar 350.000 alat tes lainnya berfungsi dengan baik dan hasilnya akurat. (Aza)

 

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close