INTERNATIONAL

Sebanyak 25 anggota jemaah umrah asal Indonesia terdampar di Tanah Suci

MataPublik.co, Jeddah – Sebanyak 25 anggota jemaah umrah asal Indonesia terdampar di Tanah Suci. Mereka, yang seharusnya dijadwalkan pulang pada 29 Desember 2018, masih berada di Jeddah karena tidak ada kejelasan dari pihak travelswasta berinisial B.

Hal itu diungkapkan oleh Febriansyah, adik salah satu anggota jemaah, Marta Kurnia Firdawati. Ia mengatakan hingga saat ini kakaknya masih berada di sebuah penginapan di Jeddah.

“Sampai saat ini kakak saya bersama 24 jemaah lainnya masih di Jeddah menunggu untuk kepulangan ke Indonesia,” ujarnya kepada detikcom melalui sambungan telepon, Selasa (1/1/2019).

Awalnya Febri menjelaskan ke-25 anggota jemaah itu berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Madinah pada Minggu (23/12/2018) pagi. Tiba di Madinah pukul 14.25 waktu setempat. Ia mengatakan umrah berjalan sesuai dengan jadwal hingga berakhir pada 29 Desember 2018.

Lihat Juga  Bom Mobil Meledak di Somalia Tewaskan 76 Warga Sipil

Perjalanan diakhiri dengan berwisata mengunjungi Istanbul. Setelah itu, para jemaah dijadwalkan pulang ke Indonesia, namun tidak ada kejelasan dari pihak travel terkait pemulangan mereka.

“Sampai akhirnya di Mekah ternyata tidak disediakan tiket untuk pulang, alasannya karena nggak ada pesawat, jadi mereka standby di Jeddah sampai hari ini. Jadi yang nanggung (penginapannya) ustazah yang ikut, mereka sementara ini menginap di apartemen yang buat

Salah satu jemaah sudah berkomunikasi dengan pihak travel. Kemudian pihak travelmerespons dengan meminta para jemaah memesan tiket terlebih dahulu dan uang pembayaran tiket akan di transfer oleh pihak travel.

“Pihak travel sudah di komunikasi mereka disuruh memesan tiket terlebih dahulu dan dijanjikan mereka (pihak travel) akan transfer, sehingga ustazahnya sudah coba booking tiket dua kali, kemudian ketika ada penerbangan tersedia tapi tidak ada juga dana yang masuk, sampai sekarang tidak ada kepastian pulang kapan,” kata Febri.

Lihat Juga  Pesawat Membentur Garbarata, Singapore Airline Batal Terbang

Lalu jelas Febri kakaknya juga sempat melapor ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah. Tapi tak ada solusi dan konsulat meminta jemaah terlebih dahulu meminta pihak travel untuk bertanggung jawab.

“Kakak saya sudah lapor dan berkoordinasi ke KJRI, tetap dari mereka minta si pihak travel mau tanggung jawab,” tuturnya.

Febri mengatakan dia juga sudah mengontak pihak travel. Tapi katanya dari pekerja sampai pemilik travel-nya tidak ada yang bisa dihubungi.

“Kalau dari saya menghubungi mereka tidak bisa. Sampai owner belum ada respons sama sekali, yg merespons itu justru yang mendampingi di sana,” katanya. (iuy)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button