NASIONAL

Parpol Baru Tak Berkutik di Pemilu 2019

MataPublik.co JAKARTA –  Tak adanya dominasi partai politik baik yang lama maupun yang baru peserta Pemilu 2019 dalam perolehan suara berpotensi terjadinya perebutan kursi di parlemen. Perebutan kursi itu dikhawatirkan kian memelorotkan kinerja mereka.

“Komposisi partai politik pengisi kursi parlemen tidak ada yang memberikan optimisme terkait nama atau wajah baru di DPR. Padahal, masyarakat berharap banyak pada parliamentary threshold atau ambang batas parlemen, soal wajah baru itu,” kata Peneliti Formappi Lucius Karus dilansir Hatrian Nasional, Rabu (17/4).

Menurut Karus, yang terjadi justru dominasi koalisi pendukung paslon nomor urut 01 Joko Widodo-Mar’uf Amin. Kondisi ini membuat peluang molornya perebutan kekuasaan tidak akan terjadi. “Solidaritas mereka tentu sangat diharapkan. Semoga bisa menguatkan kelembagaan parlemen nantinya,” ujar dia.

Mengacu hasil hitung cepat dari CSIS hingga kemarin pukul 20.00, persentase terendah dimiliki PKPI yaitu 0,24 persen, disusul Partai Garuda 0,54 persen, PBB 0,92 persen, dan Hanura 1,56 persen. Sedangkan perolehan suara tertinggi dipegang PDI-P dengan 20,56 persen. Suara masuk 94 persen dengan margin of error maksimal 1 persen. Kondisi ini tidak jauh berbeda dengan hasil hitung cepat lembaga survei lainnya.

Menurut Karus, situasi semacam ini sebenarnya sudah terlihat jelas. Ketika suara masuk lebih dari 50 persen, hingga akhir tidak akan ada perubahan signifikan. “Kecuali kalau memang ada kejutan dari partai yang angkanya hampir sampai, sebab semua parpol saat ini bilang yakin bisa sampai empat persen,” katanya.

Lihat Juga  Kalah di MK, Prabowo-Sandi Cari Langkah Hukum Lain

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno senada, ketika hitung cepat berada di 50 sampai 60 persen, kecenderungannya mulai terlihat mendekati kebenaran. “Hitung cepat kan berbasis data rekapitulasi di TPS bukan opini publik yang cenderung mengawang. Ini dianggap mewakili jumlah populasi di satu daerah, sehingga angka tersebut mendekati kevalidan,” katanya.

Mencermati hasil hitung cepat, Adi berpendapat, partai baru merasa kesulitan karena harus bertempur melawan partai-partai lama yang sedang di atas angin. Butuh mesin politik kuat untuk menyaingi partai lama yang basis pendukungnya solid. Terlebih saat ini masyarakat lebih terfokus kepada pilpres sehingga minat serta konsentrasi pemilih bukan pada pileg. “Terlebih ambang batas kali ini tinggi. Sulit bagi partai baru dibanding pada 2014 yang sekitar 2 persen. Partai baru dan partai yang tidak populer, kesulitan,” katanya.

Menurut Adi, partai-partai lama seperti PDI-P, Golkar, Gerindra, NasDem, PKB, PKS, dan PAN masih aman. Hanura diperkirakan tidak lolos. Salah satu faktor elektabilitasnya buruk, beberapa waktu lalu partai ini mengalami konflik internal. “Kita tunggu saja sampai 100 persen. Semoga ada kejutan dari Perindo yang mesin politiknya digadang-gadang sangat bagus itu,” ujar dia.

Lihat Juga  Popularitas Partai Peserta Pemilu 2019 Meroket

Ketua Umum PSI Grace Natalie mengatakan, hasil hitung cepat merepresentasikan keputusan rakyat yang perlu dihormati dan dihargai. “Namun, pasangan Jokowi-Maruf yang kami dukung diprediksi menang. Kami merasa gembira atas hal ini,” katanya.

Berdasarkan hitung cepat, PSI mendapatkan tidak lebih dari 2 persen suara menuju parlemen. Kalau kondisi ini riil, PSI tidak akan mendapatkan kursi di parlemen selama lima tahun ke depan. Grace pun mengaku, pihaknya sudah berjuang dengan segenap daya. “Kami berterima kasih karena di tengah apatisme politik, kami berhasil membuktikan banyak juga yang mendukung kami,” ujar dia.

Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya enggan memberikan komentar lebih awal. “Saat ini (tadi malam) belum 100 persen suara terkumpul. Kami mau menunggu dahulu,” katanya. Kendati demikian, membangun kemajuan di Senayan menjadi konsen yang tidak akan pernah dilupakan NasDem.

Politikus PKS Pipin Sopian juga enggan berspekulasi. Namun, dia berharap, PKS terus mengedepankan kesejahteraan dan keadilan rakyat. Sebelumnya, PKS menargetkan untuk meraih 12 persen suara. “Bahwa kami hadir ya untuk rakyat. Meskipun sebelumnya kami targetkan 10 persen ke atas, ya ini jadi evaluasi kami supaya bisa terus bekerja keras,” katanya. (kjf)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close