EKONOMI

Akselerasi Kinerja, PLN UIK SBS Lakukan Culture Recharge

Culture Recharge merupakan bagian dari penguatan Budaya AKHLAK di PLN UIK SBS. Kegiatan ini juga merupakan evaluasi dan perencanaan tindakalan perbaikan kedepan

PALEMBANG – PLN UIK SBS menggelar culture recharge atau penguatan budaya organisasi. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari monitoring dan evaluasi rutin yang dilakukan untuk memberikan masukan agar perubahan budaya mengarah sesuai dengan yang telah direncanakan.

Acara yang diselanggarakan secara virtual zoom tersebut dihadiri oleh seluruh pegawai, leader dan VP Human Talent Development (HTD) Area 3 (tiga), Sutarno. Berlangsung dalam 2 (dua) sesi.

Pada sesi pertama adalah arahan ranger master dalam hal ini adalah general manager dan paparan hasil survey employee engagement dan Culture Health Index oleh VP HTD sedangkan sesi kedua adalah pelaksanaan Forum Grup Diskusi (FGD) untuk mendapatkan Action For Improvement.

General Manager PLN UIKSBS, Djoko Mulyono membuka acara tersebut sekaligus memberikan arahan. Dalam arahannya, Djoko Mulyono mengajak para pegawai untuk menanamkan budaya organisasi di diri masing-masing, karena budaya merupakan tolak ukur keberhasilan sebuah organisasi dalam perusahaan.

Lihat Juga  Info Terkini Harga Karet Berdasarkan Kondisi Karet Kering

“Tanpa sebuah komitmen dan konsistensi kita akan tertinggal atau lambat dalam mengejar ketertinggalan dalam melakukan transformasi yang menjadi keinginan BOD PLN dan harapan kami kegiatan culture recharge dapat mendorong perbaikan budaya,” ujar GM PLN UIKSBS.

Strategi PLN menerapkan program penguatan budaya perusahaan dengan konsep setting tone from the top sudah tepat (Leadership Coaching).

Djoko Mulyono sangat mengharapkan keberhasilan program budaya melalui para rangers yang telah dibentuk oleh manajemen PLN UIKSBS.

“Diharapkan para rangers dapat menggerakkan program penguatan budaya khususnya di PLN UIK SBS, dan kami akan memantau sejauh mana kegiatan budaya di unit-unit terimplementasikan dengan baik dan on track”, Ungkap Djoko Mulyono.

Dikesempatan yang sama, VP HTD Area 3, Sutarno menjelaskan hasil Employee Engagement Survey (EES) dimana perbandingan hasil di tahun 2020 dan 2021 menunjukan peningkatan skor dari 80 ke 84.

Lihat Juga  Pajak Mobil Baru Nol Persen, Secercah Harapan Industri Otomotif

Secara umum ini memiliki arti bahwa pegawai di lingkungan PLN UIK SBS memiliki komitmen yang kuat pada pekerjaan, tujuan perusahaan, serta nilai perusahaan seperti pegawai menunjukan konsistensi berbicara hal positif terkait perusahaan, memiliki hasrat yang kuat untuk menjadi bagian dari perusahaan dan perilaku yang mendukung pencapaian goal perusahaan.

Selain paparan terkait EES, seluruh pegawai juga mendapatkan penjelasan hasil survei Culture Health Index (CHI). Survei tersebut bertujuan untuk mengukur entropi budaya suatu perusahaan. Entropi Budaya atau Toxic Culture merupakan energi yang terpakai untuk kegiatan tidak produktif disebuah lingkungan kerja. PLN untuk pertama kalinya mengukur toxic ini untuk melihat seberapa besar tantangan perubahan budaya.

Pada sesi kedua dilakukan pendalaman terhadap hasil survey tersebut untuk mendapatkan Action For Improvement. Hal ini penting agar apa yang sudah menjadi masukan perlu segera ditindaklanjuti agar kedepan didapat hasil yang memuaskan sesuai dengan arah yang telah ditentukan. (rel/dnn)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close