PALEMBANG

Alat Pompanisasi Sungai Bendung Siap Beroperasi

MataPublik.co, PALEMBANG – Alat pompanisasi Sungai Bendung, Palembang yang berfungsi sebagai pengendali banjir, siap beroperasi. Kolam retensi ini dilengkapi 6 pompa berkapasitas masing-masing 6.000 liter per detik dan bangunan rumah pompa serta disiap tiga genset.

Wali Kota Palembang, Harnojoyo, mengatakan, pompanisasi Sungai Bendung dapat menampung aliran air dari berbagai anak sungai, dengan daya tampung kurang lebih 2400 hektare, yang terdiri dari seputaran kolam retensi Polda, Talang Aman, Seduduk Putih, Iba, Sekip dan semua daerah yang selama ini bermasalah.

“Ketika hujan ini sudah bisa dioperasikan dan berjalan. Tinggal tunggu peresmian. Mudah-mudahan Pak Menteri PUPR dapat meresmikan pompa pengendali banjir kolam retensi Sungai Bendung,” ujar Harnojoyo, usai menguji coba pompanisasi Sungai Bendung, di Jalan Ali Ghatmir, Kelurahan 13 Ilir, Kecamatan Ilir Timur Tiga, Senin (30/12).

Lihat Juga  Fitrianti: Hidupkan Ekstrakurikuler Marching Band Sekolah 

Turut mendampingi Harnojoyo, Sekretaris Daerah Kota Palembang Ratu Dewa, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Palembang, Ahmad Bastari, dan sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemkot Palembang. Dikatakan Harnojoyo, enam pompa Sungai Bendung sudah bisa digunakan, dengan memompa (sedot, red) debit air yang lebih besar.

Ia juga memastikan, tak ada kendala lagi karena ketika air pasang (banjir, red) maka pintu air akan otomatis terbuka ataupun menutup. Setelah ini ia meminta agar OPD terkait dapat membangun taman di area kolam agar bisa menjadi daya tarik masyarakat berkunjung.

“Setelah sungai Bendung, masih ada pompanisasi Sungai Sekanak-Lambidaro yang sudah kita siapkan lahannya seluas 5 hektare. Masyarakat saya imbau jangan membuang sampah lagi ke sungai karena akan merusak pompa. Pompa ini bukan untuk memompa sampah tapi memompa air dan mengurangi banjir,” kata Harnojoyo.

Lihat Juga  Sudah Saatnya IKM Manfaatkan Platform Digital, Ini Pesan Harnojoyo

Kepala Balai Besar Wilayah Sumatera VIII, Birendrajana, menambahkan, pompa diaktifkan sesuai kebutuhan. Tergantung hujan dan besarnya banjir yang akan diatur bersamaan dengan pintu air. “Kalau banjirnya tidak terlalu besar paling ya 2 atau 3 pompa yang kita nyalakan. Intinya kita fungsikan saat terjadi banjir. Sehingga kolam selalu terisi,” katanya.

Ia menyebutkan, untuk kebutuhan tenaga, menghidupkan pompa membutuhkan daya listrik sebesar 5500 KVA yang berasal dari dua genset, satu genset untuk pompa, satunya lagi untuk pintu air. “Pada kondisi puncak, 3 genset bisa menghabiskan 1600 liter bahan bakar bensin per jam,” ujar Birendraja. (imn)

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close