INTERNATIONAL

AS dan Eropa Ikut Campur, Partai Erdogan Kalah di Pemilu

MataPublik.co, TURKI –  Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut Amerika Serikat dan Eropa telah ikut campur dalam urusan dalam negerinya, menyusul kekalahan partainya dalam pemilihan lokal.

Partai Pembangunan dan Keadilan (AKP) yang dipimpin Erdogan mengalami kekalahan dalam pemilihan wali kota di sejumlah kota besar, termasuk Istanbul, Ankara, dan Izmir. Atas hasil pemilu lokal yang digelar pada Minggu (31/3/2019) lalu, AS meminta masyarakat Turki untuk menerima hasilnya.

Sementara Uni Eropa menyerukan kepada Ankara agar mengizinkan pejabat terpilih untuk menjalan mandat mereka secara bebas. Pernyataan AS dan Uni Eropa itu datang menyusul sikap AKP yang memilih memperkarakan hasil pemilu tersebut, dengan AKP menuding telah terjadi kejanggalan selama proses perhitungan suara.

Lihat Juga  Korut Didenda Rp 7,2 Triliun Atas Tewasnya Mahasiswa AS

Sementara Erdogan menolak pernyataan AS dan Uni Eropa, serta menuding keduanya telah turut campur dalam urusan dalam negerinya. “Amerika dan Eropa.. telah turut campur dalam urusan internal Turki. Turki akan memberi pelajaran demokrasi kepada seluruh dunia,” ujar Erdogan, Jumat (5/4/2019).

Sebelumnya, juru bicara Departemen Luar Negeri AS Robert Palladino mengatakan, pemilihan umum yang bebas dan adil sangat penting untuk demokrasi apa pun. “Dan ini berarti sangat penting pula untuk menerima hasil pemilu yang sah,” ujarnya dalam sebuah pengarahan, Selasa (2/4/2019).

Lihat Juga  Syeikh As Syudais Kecam Serangan Kilang Minyak Aramco

Terpisah, juru bicara Uni Eropa Maja Kocijancic, pada Senin (1/4/2019), mengatakan, Brussels mengharapkan perwakilan lokal terpilih untuk dapat menjalankan mandat mereka secara bebas dan sejalan dengan prinsip-prinsip Dewan Eropa (kelompok hak asasi manusia), di mana Turki menjadi bagian di dalamnya.

Sementara itu, Dewan Eropa telah mengirim utusan yang dipimpin Andrew Dawson ke Turki yang diutus untuk mengamati jalannya pemungutan suara. Dia mengatakan, Senin (1/4/2019), timnya tidak sepenuhnya yakin bahwa Turki saat ini memiliki lingkungan pemilihan yang bebas dan adil yang diperlukan untuk pemilihan demokratis yang sejalan dengan nilai-nilai dan prinsip Eropa. (iuy)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button