PALEMBANG

Baca Puisi di Kenduru Sajak Ciptakan Persatuan

MataPublik.co, PALEMBANG – Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda diminta membacakan puisi pada Kenduri Sajak Mengindahkan Persatuan Indonesia. Permintaan ini disampaikan pengurus Dewan Kesenian Palembang (DKP) saat beraudiensi  dengan Wawako Fitrianti, di kantor camat Ilir Timur Satu, Senin (26/8). “Kita meminta kepada Wakil Wali Kota untuk hadir dan membacakan puisi dalam kegiatan yang akan diadakan di depan Benteng Kuto Besak (BKB) pada tanggal 31 Agustus 2019 akan datang,” kata Vebri, usai beraudensi.

Ia menyebutkan, Kenduri Sajak Mengindahkan Persatuan Indonesia didasarkan adanya perpecahan karena perbedaan politik pada Pilpres lalu. Pada saat itu saling hujat menghujat di media sosial melalui kata-kata yang tak sepantasnya. “Inilah yang coba kita rajut,” ujar Vebri.

Lihat Juga  Perkenalkan Seni Budaya Khas Palembang Saat Kunjungan Menteri Singapura

Menurut Vebri, sebagai seniman dan budayawan seharusnya kata-kata itu. harus indah, bukan menjadi permusuhan tetapi mempersatukan.

Vebri mengatakan, selain Wawako Fitrianti, nantinya Gubernur, Pangdam, Kejaksaan Tinggi, Direktur RRI, Sekjen Kominfo dan ketua PWI Sumsel ikut serta membacakan puisi. “Untuk tokoh perempuan di Sumsel, setelah melakukan diskusi kami sepakat meminta ibu Fitri Agustinda untuk turut membacakannya juga,” kataVebri pula.

Menanggapi undangan dan permintaan dari DKP, Fitri menyambutnya sangat baik. Tujuan tersebut sungguh mulia untuk mempersatukan masyarakat yang terpecah karena berbeda politik. “Pembacaan puisi merupakan budaya Melayu, karena kita salah satu berada di dalamnya. Saya meminta agar setiap sambutan kegiatan di Kota Palembang menggunakan pantun,” jelasnya.

Lihat Juga  Palembang Masuk 10 Besar Kota Terbaik Ekonomi Kreatif

Finda juga meminta kepada Dewan Kesenian Palembang untuk membuat lagu, agar lebih mengenalkan kebudayaan Palembang. “Saya setiap keluar daerah dengan mudahnya daerah lain meminta kepada pengiring untuk menyanyikan lagu daerah asalnya, sementara Palembang tidak ada. Saya sudah bertekad untuk memajukan kebudayaan Palembang. Melalui DKP diharapkan dapat menjaganya. Saya sudah berjanji sebelumnya akan memberikan tempat untuk sekretariat DKP.” (imn)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker