Uncategorized

Bagindo: Lima Tahun Lagi Ampera Ditutup

MataPublik.co, PALEMBANG – Dengan berbagai pertimbangan dan maraknya pembangunan jembatan penghubung. Maka, jembatan Ampera berfungsi sebagai jalur transportasi sebaiknya lima tahun lagi ditutup.

Hal itu disampaikan oleh Pengamat Sosial dan Politik Sumsel Bagindo Togar kepada wartawan AsSAJIDIN Group melalui saluran telopon, Minggu, 08 Desember 2018.

Menurut Bagindo, ide penutupan jembatan Ampera tersebut bukan tanpa alasan.

Ada tiga alasan utama mengapa jembatan Ampera harus ditutup, pertama jembatan Ampera sudah berusia lebih dari 50 tahun.

“Artinya dengan jumlah manusia dan kendaraan yang semakin bertambah dan luar biasa tentu akan membuat bebannya semakin tinggi sehingga terlalu beresiko kalua masih dijadikan jalur transportasi,”ujar Bagindo.

Selain itu, alasan selanjutnya, sebagai upaya untuk memaksimalkan operasional dan penggunaan LRT sebagai transportasi massal. Sebab, sejauh ini masyarakat naik LRT hanya sekedar mencoba saja. Alasan ketiga, Ampera mempunyai nilai-nilai sejarah dan warisan yang luar biasa, nilai budaya, sosial, politik, ekonomi, semuanya ada.

Lihat Juga  Gubernur Launching Jaringan Inovasi Pelayanan Publik

Makanya kita harus menjadikan Ampera ini sebagai nilai-nilai multi dimensi, misalnya sebagai simbol teknologi modern yang ada d Palembang.

Berdasarkan beberapa pertimbangan tersebut, Bagindo mengusulkan setelah ditutup, Ampera dialih fungsikan sebagai pusat obyek wisata Kota Palembang.

Targetnya memang 10 tahun ke depan, Ampera menjadi pusat wisata Kota Palembang. Tapi, dalam 5 tahun ini, Ampera sudah harus ditutup, dengan catatan minimal dibangun 2 jembatan baru lagi sebagai penghubung daratan hulu dan hilir Kota Palembang.

“Sehingga bisa kita lakukan revitalisai Sungai Musi dan relokasi bangunan-bangunan yang ada disekitar Ampera. Kecuali, rumah ibadah dan bangunan yang punya nilai budaya, nanti pasar 16 dijadikan sebagai pusat galeri, souvenir, dan pasar pariwisata,”urai Bagindo.

Lihat Juga  Bus Kota Dilarang Beroperasional di Jalan Protokol

Bagindo menegaskan, tentu harus dibentuk terlebih dahulu tim kajian, penyusunan anggaran, dan mengundang investor.

Menurutnya, pemerintah harus berani mengambil resiko tidak popoler, jangan lagi berorientasi pada proyek dan bagi-bagi kekuasaan. Tetapi, untuk kepentingan generasi mendatang, seratus tahun ke depan.

Bayangkan jika rencana ini bisa direalisasikan, ada ruang terbuka publik, ada taman, pusat perbelanjaan dan restoran. Pemerintah membangun dan mengembangkan industri kreatif, makanan, minuman, kerajinan tangan, dan sentra kesenian lainnya.

“Banyaknya potensi yang bisa kita kembangkan, saya yakin Kota Palembang dengan Ampera dan Sungai Musi akan mampu melebihi Malioboro (Yogyakarta), Braga (Bandung), dan Sanur (Bali),”ucap Direktur Forum Demokrasi Sriwijaya (ForDeS) ini dengan optimis. (dudin)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button