BANYUASINSUMSEL

Berita Hoax Bayi Meninggal Sakit ISPA, Ini Penjelasan Kapolres Banyuasin

 

 

BANYUASIN – Dunia maya digegerkan Pemberitaan seorang bayi bernama Ellsa Pitaloka, Warga Desa Talang Buluh, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin meninggal dunia akibat terinfeksi penyakit Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), Namun kabar miring tersebut kembali dibantah oleh pihak Rumah Sakit Ar – Rasyid Palembang.

 

Manajemen RS Ar- Rasyid melalui Dr Azwar Aruf Sp A, Dalam Konferensi Persnya, mengatakan anak tersebut meninggal bukan karena disebabkan terinfeksi penyakit ISPA yang viral di Medsos.

 

“ Ya dari riwayat keluarga korban, bahwa bayi yang meninggal akibat Virus pada kulit bayi tersebut. Sebelumnya anak pertama korban memiliki penyakit yang sama meninggal di usia 4,5 tahun dan anak keduanya Ellsa Peronika memiliki penyakit yang sama,” jelas dia.

 

Lihat Juga  Besok, Massa Akan Orasi di Gedung DPRD Banyuasin

Sementara itu, Agus Darwanto pemilik akun Facebook, memposting kabar korban meninggal akibat penyakit ISPA, meminta maaf, tidak bermaksud memojokkan Institusi atau pribadi.

 

“ Ya sebenarnya saya untuk menarik simpati masyarakat agar memberikan bantuan dana bagi keluarga Korban, karena keluarga korban orang yang tidak punya,” ucap dia dalam video singkat.

 

Lihat Juga  NCW : Polda Segera Panggil Pejabat Banyuasin Rapat di Hotel

Sementara itu Kapolres Banyuasin AKBP H Ardiantara B Sianipar Sik, melalui Kasat Reskrim AKP Wahyu Mardiansyah Putra, mengatakan, agar masyarakat lebih bijak dalam menyebarkan informasi melalui Medsos.

 

“ Harus lebih bijak, dibaca sebelum disher. Karena Hoax tidak hanya merugikan pribadi bahkan negara. Ya, Dalam menggunakan Medsos, tentu ada rambu – rambu yang mengatur, tertuang dalam UU ITE, sehingga kami menghimbau kepada masyarakat harus lebih teliti dalam menggunakan gadget jangan sampai merugikan pihak lain dan melakukan provokasi sehingga mengancam keamanan NKRI,” tegas pria lulusan Akpol ini. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker