INTERNATIONALPOLITIK

Bom Bunuh Diri di TPS Pakistan Tewaskan 28 Orang

Hingga kini, belum ada kelompok militan yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut

MataPublik.co, PALEMBANG – Bom bunuh diri meledak di salah satu tempat pemungutan suara (TPS) pemilihan umum Pakistan di Kota Quetta, Provinsi Balochistan, Rabu (25/7). Sejauh ini 28 orang dilaporkan tewas dan 35 lainnya terluka dalam insiden yang menodai pemilu Pakistan tersebut.

“Pelaku bom mencoba masuk ke TPS. Dia kemudian meledakan diri saat polisi mencoba mencegahnya masuk,” kata seorang pejabat lokal Quetta, Hashim Ghilzai kepada AFP. Hingga kini, belum ada kelompok militan yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Balochistan merupakan provinsi paling miskin dan paling bergolak di Pakistan.

Lihat Juga  17 Orang Tewas dalam Ledakan Bom di Azaz, Suriah

Di tempat terpisah, seorang polisi tewas dan tiga orang lainnya terluka setelah ditusuk oleh pria tak dikenal di TPS Desa Koshk, Distrik Khuzdar, Balochistan. Provinsi yang terletak di barat daya Pakistan tersebut telah lama menjadi saksi perlawanan para gerilyawan dan kelompok separatis.

Serangkaian pengeboman pernah terjadi di Balochistan selama masa kampanye pemilu tahun ini. Bom bunuh diri yang diklaim ISIS menewaskan 153 orang pada awal bulan ini di wilayah itu. Insiden tersebut menjadi serangan bom bunuh diri paling mematikan sejauh ini.

Lihat Juga  Uruguay Bungkam Tuan Rumah Rusia Tiga Gol Tanpa Balas

Militer Pakistan mengatakan telah mengerahkan 370 ribu personel di seluruh penjuru Pakistan untuk mengamankan gelaran pemilu hari ini. Tak hanya tentara, Pakistan juga turut menempatkan sedikitnya 450 ribu polisi di setiap TPS.

Pemungutan suara dimulai di seluruh penjuru negeri pada 8.00 waktu setempat atau 10.00 WIB dan akan tutup pada 20.00 WIB. Hasil hitung perlahan mulai bisa dilihat dalam waktu beberapa jam setelah penutupan dan pemenang kemungkinan bisa disimpulkan pada 4.00 WIB esok harinya. (nat)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker