Uncategorized

Buntut Pencalegan OSO, Pengurus Hanura Polisikan Ketua KPU RI

MataPublik.co, JAKARTA – Pengurus Hanura melaporkan komisioner KPU RI ke Bareskrim Polri karena tidak mengikuti perintah Mahkamah Agung terkait pencalonan Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) sebagai anggota DPD RI.

Laporan itu diajukan oleh Ketua DPD Hanura DKI Jakarta, Mohamad Sangaji kemarin dan diterima oleh Bareskrim dengan nomor laporan LP/B/1649/XII/2018/BARESKRIM Tanggal 20 Desember 2018.

“Kami sudah memberikan waktu tapi komisioner tidak menemui kami, maka kami akan melaporkan ke Bareskrim hari ini juga,” ujar Ketua DPP Hanura Benny Ramdhani di Gedung KPU RI, Jakarta, kemarin, beberapa saat sebelum pelaporan resmi, dikutip dari Antara.

Lihat Juga  Kantong Parkir di Stasiun LRT akan Dikelola Pihak Ketiga

Pihak yang dilaporkan dalam kasus ini adalah Ketua KPU Arief Budiman dan Komisioner KPU Hasyim Ashari. Keduanya dilaporkan dengan dugaan pencemaran nama baik melalui media elektronik.

Hanura Polisikan Ketua KPU Buntut Pencalegan OSO Simpatisan Hanura demo KPU menuntut lembaga itu menetapkan Ketua Hanura Oesman Sapta Odang dalam daftar calon tetap anggota DPD RI di Pileg 2019. (CNN Indonesia/Fachri Fachrudin)

Benny mengatakan berdasarkan keterangan kuasa hukum Oesman Sapta Odang, Yusril Ihza Mahendra, terdapat celah hukum untuk melaporkan komisioner KPU RI ke Bareskrim. Hanura juga berencana melaporkan komisioner KPU RI kepada Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu.

Lihat Juga  Pesan Pakar IT: Bijak Bermedia Sosial di Era Millenial

Sebelumnya, pengurus DPP Hanura didampingi 34 Ketua DPD Hanura dan ratusan kader Hanura mendatangi KPU RI, Kamis pagi, menuntut KPU tetap memasukkan nama Oesman Sapta Odang dalam daftar calon tetap (DCT) anggota DPD RI.

Mereka menekankan putusan Mahkamah Konstitusi yang menyatakan pengurus parpol tidak bisa mencalonkan diri sebagai anggota DPD RI tidak berlaku surut, layaknya putusan yang dikeluarkan Mahkamah Agung.

Sementara itu KPU RI sendiri memberikan waktu hingga tanggal 21 Desember 2018 bagi OSO untuk melepaskan jabatannya dari kepengurusan Hanura agar bisa tetap menjadi calon anggota DPD RI. (iuy)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button