SUMSEL

Curah Hujan Tinggi Waspada Potensi Terjadinya Longsor

PALEMBANG – Gubernur Sumsel H Herman Deru bergerak cepat dengan mendatangi lokasi kejadian tanah longsor akibat penambangan batubara ilegal yang terjadi pada Rabu petang (21/10). Dalam kejadian tersebut 11 penambang ilegal dinyatakan tewas lantaran tertimbun material tanah di Desa Tanjung Lalang, Kecamatan Tanjungagung, Kabupaten Muaraenim, Kamis, 22/10/2020)..

“Saya akan melihat langsung lokasi kejadian itu saat ini juga. Saya telah mengingatkan saat ini La nina, curah hujan tinggi. Termasuk potensi terjadinya longsor juga tinggi,” kata Deru sesaat sebelum bertolak ke Kabupaten Muara Enim.

Lihat Juga  Realisasi Ekspor Batubara Sumsel Triwulan I 2022 Anjlok

Dia menjelaskan, sebelumnya Pemprov Sumsel telah mengeluarkan larangan keras yang tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) terhadap para penambang ilegal. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi kecelakaan dan dampak kerusakan lingkungan akibat penambangan ilegal tersebut. Hanya saja, masih banyak para penambang yang tak mengindahkan larangan tersebut.

“Bukan hanya membuat peraturan daerah (perda) terkait larangan tersebut, kita juga sebelumnya membentuk tim Satuan Tugas (Satgas) dalam melakukan pengawasan di berbagai lokasi yang rawan akan penambangan ilegal,” terangnya.

Lihat Juga  Safari Jumat di Sukalali, Pj Bupati Apriyadi Ajak Masyarakat Jaga Kekompakan

Hanya saja, meski pengawasan sudah cukup ketat, namun masih ada saja penambang ilegal yang tak mengindahkan larangan penambangan tanpa izin tersebut. “Sejak awal sudah kita larang. Pengawasan juga sudah sangat ketat, tapi namanya penambang ilegal selalu mencari cela untuk melakukan aktivitasnya secara sembunyi,” tuturnya.

Dia menyebut, berdasarkan laporan, peristiwa tersebut terjadi di kawasan lahan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) yang wewenangnya berada di Kementerian. (min)

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker