PALEMBANG

Dongkrak Partisipasi Pemilih Millenial Lewat Diskusi Bersama Ormas – OKP

MataPublik.co, PALEMBANG – Dalam rangka menyukseskan demokrasi dalam berpolitik serta mewujudkan dinamika politik yang kondusif dan aman di Kota Palembang. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Palembang menggelar kegiatan diskusi politik dengan Organisasi Masyarakat (Ormas) dan Organisasi Kepemudaan (OKP), di Grand Atyasa Convention Center, Kamis (21/3/2019).

Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 200 orang yang terdiri dari Ormas dan OKP. Hal ini bertujuan memberikan pengetahuan dan pembekalan kepada peserta diskusi dalam rangka meningkatkan kemandirian dan kedewasaan di bidang politik. Tak dipungkiri juga, kegiatan ini untuk meningkatkan partisipasi para pemilih pemula, dimana suara generasi millenial menjadi penentu bangsa ini.

Wali Kota Palembang, H Harnojoyo yang diwakili Kepala Kesbangpol Kota Palembang, Altur Febriansyah mengatakan, kegiatan ini merupakan wadah untuk menyukseskan pemilu dan meningkatkan pemahaman dalam memberikan peran pemilu. Serta banyak cara untuk belajar, terutama generasi millenial dapat memberikan pelatihan dan ruang politik.

Lihat Juga  Produk Habis Izin Edar Segera Kembalikan pada Produsen

“Kegiatan ini sebagai salah satu cara memberikan pendidikan politik kepada pemilih pemula. Mereka kita ajak diskusi politik yang santun dan benar, serta menangkal berita hoaks menjelang pemilu ini,” katanya usai membuka kegiatan tersebut.

Dikatakannya, saat ini suara pemilih pemula mencapai 30%, yang mana sangat menentukan majunya bangsa Indonesia. Pihaknya menargetkan tahun ini kota Palembang harus mencapai target nasional partisipasi pemilih pada Pemilu Serentak 2019, yaitu 77,5%.

Lihat Juga  Kaligrafi Aksara Arab dengan Peserta 1.000 Orang Pecahkan Rekor MURI

Sementara itu, salah satu narasumber, Faisol Burlian menambahkan, ada dua hal yang harus dilakukan untuk meningkatkan peran politik terhadap Ormas dan OKP. Pertama pendidikan politik bukan hanya tugas pemerintah tapi juga tugas ormas. “Kedua, harus ada sosialisasi kepada masyarakat desa untuk tidak adanya golput,” ujarnya di waktu dan tempat yang sama.

Maka dari itu, pemuda harus mengambil peran dalam menciptakan politik dan menghadapi pemilu 2019. “Melalui kegiatan diskusi ini pula nantinya dapat meningakatkan kesadaran ormas dan OKP yang lebih baik lagi, kuat dan mapan dalam segala aspek dalam pelaksanaan pemilu 2019,” tutupnya. (ial)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button