BANYUASIN

Harga Gula tak Lagi Manis, IRT Menjerit, Pemerintah Diminta Turun

 

 

BANYUASIN – Pasokan gula pasir di Kecamatan Talang Kelapa mulai terbatas, Hal tersebut salah satu pemicu tingginya harga gula pasir, dan Ibu Rumah Tangga (IRT) mulai menjerit dengan harga gula melambung tinggi.

 

Yanti (36) warga Kelurahan Sukamoro, mengatakan, harga gula pasir hari ini (Kemarin Red) tembus di angka Rp 18.000 rupiah. Sebelumnya harga gula di pasar tradisional dan warung hanya sebesar Rp 12.000 rupiah.

 

“ Kelangkaan gula pasir dirasakan sejak tiga minggu terakhir. Jika Pun ada harganya mencapai Rp 18.000 rupiah dari harga sebelumnya hanya Rp 12.000 rupiah. Bukan hanya gula mahal juga kami IRT sulit untuk mendapatkan gula pasir,” keluh dia.

 

Lihat Juga  Dugaan Pungli Dana PIP, Inspektorat Terjunkan Tim

Lebih lanjut, ibu tiga orang anak ini mengatakan, gula salah satu bahan pokok dapur, setiap harinya digunakan untuk memasak. Dengan kelangkaan gula pasir ini, membuat IRT menjerit.

 

“ Sulit mencari gula pasir, di toko waralaba saja terkadang stok kosong. Kami IRT terpaksa menyisir mencari gula di pasar tradisional atau warung – warung kecil. Itupun harganya sangat tinggi. Kami berharap kepada Pemerintah Kabupaten Banyuasin untuk segera mengambil langkah untuk mencari solusi kelangkaan gula pasir ini,” pinta dia, ketika ditemui di salah satu warung, sabtu (11/3/20).

 

Lihat Juga  Soal Dana Pinjaman Rp 288 Miliar, Ini Kata Kapolda Sumsel

Apalagi menjelang masuknya bulan Ramadhan (Puasa) tidak menutup kemungkinan harga bahan pokok lainya akan melambung tinggi.

 

“ Memang bagi kami uang seribu atau dua ribu sangat berarti. Apa lagi penghasilan suami pas pasan. Kami berharap banyak kepada Pemerintah untuk terjun langsung mengendalikan harga bahan pokok seperti gula,” kata dia. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker