NASIONAL

KTP di Bogor, Warga Muara Enim Ungkap Fakta

BERITA UTAMAKebenaran terkuak usai pihak keluarga buka suara. Herman (63) ayah Retno yang bertempat tinggal di Desa Cinta Kasih, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Muara Enim memberikan pengakuan menggegerkan ketika ditemui pada Senin (28/5) kemarin

MataPublik.co, BOGOR-Nama Retno Herianto, warga Muara Enim mendadak terkenal usai Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) miliknya viral di media sosial karena dijadikan bukti dari dua kardus berisi ribuan kartu identitas tercecer di Jalan Salabenda, Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kebenaran terkuak usai pihak keluarga buka suara. Herman (63) ayah Retno yang bertempat tinggal di Desa Cinta Kasih, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Muara Enim memberikan pengakuan menggegerkan ketika ditemui pada Senin (28/5) kemarin,. dilansir dari Tribunnews.com, Selasa (29/5/2019).

Seperti klaim Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), ada perbedaan tanggal kelahiran Retno yang tercetak pada e-KTP dan yang ada di Kartu Keluarga (KK). Pada KTP tertulis 28-09-1983, sedang di KK 29-09-1983. “Itu benar foto anak saya, biodatanya pun sama,” tutur Herman.

Dilansir dari Tribunnews.com, Selasa (29/5/2019), kata Herman, sang putra sama sekali tidak pernah melakukan penggantian e-KTP. “Namun yang membuat saya bingung adalah KTP Retno anak saya ada sama Retno, tapi kenapa ada lagi KTP-nya yang tercecer. Itu berarti e-KTP anak saya ada dua,” tambahnya kemudian.

Lihat Juga  Speedboat BRI Tabrakan, Uang Rp2,9 Miliar Tenggalam di Perairan Halmahera

Retno yang tidak dapat ditemui di rumahnya, dijelaskan Herman, memang tinggal dan bermalam di kebun miliknya di Desa Air Cekdam. “Retno jarang pulang, kalau pulang paling sebulan sekali, karena dia mengurus kebun kami di Desa Air Cekdam.”

Sebelumnya polisi datang menyatroni rumahnya. Hal tersebut sontak menimbulkan kegemparan di pihak keluarga. Dari aparatlah, Herman mengetahui jika ada berita yang menyebutkan bahwa e-KTP sang putra ditemukan tercecer bersama ribuan identitas warga lainnya di Kabupaten Bogor.
“Kemudian saya dilihatkan foto e-KTP yang beredar di media sosial tersebut. Setelah saya lihat, itu benar foto Retno, dan biodatanya pun sama persis. Saya katakan apa adanya saja dengan anggota polisi tersebut bahwa KTP anak saya ada,” jelas Herman.

Menurut penutudan Herman, Retno pertama kali melakukan proses perekaman e-KTP pada 2012 silam. “Dia merekam di Kecamatan Gunung Megang, karena waktu itu Desa Cinta Kasih masih masuk wilayah Kecamatan Gunung Megang, belum menjadi Kecamatan Belimbing.”
Bertahun-tahun lamanya usai melakukan perekaman, Retno baru menerima e-KTP miliknya pada 2015. “Kata orang pembuatan e-KTP itu memang lama. Setelah e-KTP Retno didapat, sampai sekarang, ia masih menggunakan e-KTP tersebut,” terang Herman panjang lebar.

Diakui Herman, selain tidak permah melakukan penukaran e-KTP, Retno juga tidak pernah melakukan pengubahan alamat pada e-KTP tersebut. Bahkan alamat kecamatan yang seharusnya Kecamatan Belimbing, pada e-KRP Retno masih tertulis Kecamatan Gunung Megang.

Lihat Juga  Herman Deru Harapkan Solusi Jangka Panjang Atasi Karhutla di Sumsel

“Karena dapatnya lama, jadi dia sampai sekarang masih pake e-KTP itu, tidak pernah menukar ataupun mengembalikan. Alamat kecamatan yang seharusnya sudah berubah menjadi Kecamatan Belimbing belum ia ubah, makanya saya bingung bagaimana ada e-KTP serupa punya Retno,” tandasnya.

Ia menambahkan, terkait penemuan kartu identitas diri anaknya, Herman meminta agar e-KTP yang tercecer di Bogor untuk segera diserahkan ke pihak keluarga. “Kami minta e-KTP itu, biar kami saya yang memusnahkannya jika memang mau dimusnahkan. Kami khawatir jika tidak kami terima e-KTP tersebut disalahgunakan oleh orang lain. Kalau itu terjadi, tentu kami yang akan dirugikan,” pungkas Herman.

Ditemui dan dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Desa Cinta Kasih, Samson, membenarkan bahwa Retno Herianto merupakan warga desa tersebut. “Dia memang warga kami. Anaknya polos dan tidak banyak ulah. Setahu saya saati ini dia memang sedang sakit,” jelas Samson.

Namun ia mengaku tidak mengetahui prosesi perekaman e-KTP milik Retno. “Kalau pembuatannya di Kecamatan Belimbing saya pasti tahu, dan setahu saya untuk di Desa Cinta Kasih tidak ada warga yang mengembalikan e-KTP yang rusak atau invalid melalui kantor desa,” jelas sang kepala desa.(*)

Editor: Dante Dante

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button