SUMSEL

Lapas Kelas III Pagaralam Perpanjang Program Asimilasi

PAGARALAM – Kementerian Hukum dan HAM RI kembali memperpanjang program asimilasi Covid 19 hingga 31 Desember 2021 mendatang. Kebijakan ini dalam rangka penanggulangan Covid 19, warga binaan di lingkup Lapas Kelas III Pagaralam melakukan  pengeluaran terhadap 13 orang Narapidana atau warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Mereka mendapatkan program asimilasi Covid 19 ini melakukan masa tahanan di luar Lapas, dengan kata lain menjalani asimilasi di rumah, ujar Kalapas Kelas III Pagaralam, Jalaludin SH melalui Kasubsi Pembinaan, A Rifqi Affandi SPsi MSi, kemarin (26/7).

“Diperpanjangnya asimilasi Covid 19 merujuk Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Nomor 24 Tahun 2021, Tentang Perubahan Atas Permenkumham No.32 Tahun 2020. Isinya; tentang syarat dan tata cara pemberian Asimilasi, PB,CMB dan Cuti Bersyarat Bagi Narapidana dan Anak dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19,” tambahnya.

Lihat Juga  Ketua PBNU Pusat Apresiasi Pj Bupati Apriyadi Sangat Pedulikan Warga NU Muba

Adapun 13 narapidana yang mendapat asimilasi Covid 19 telah memenuhi syarat. Diantaranya, telah separuh atau dua per tiga masa tahanan per 31 Desember. “Mereka yang menjalani asimilasi di rumah ini dominan adalah narapidana yang terganjal tindak pidana umum, dan narkotika,” tambah Rifqi.

Dia juga mengingatkan, kepada warga binaan yang mendapat program asimilasi ini agar patuh aturan. “Tetap menjalani asimilasi di rumah, tidak diperbolehkan keluar, apalagi berulah mengulangi perbuatan tindak pidana,” ujar dia dengan tegas seraya mengatakan jika dilanggar sanski lebih berat menunggu.

Lihat Juga  DPO 7 Tahun, Warga BTS Ulu Diringkus Tim Buser Polres Mura

Yang jelas, untuk pengawasannya nanti, tidak lagi dari Lapas Kelas III Pagaralam, melainkan langsung diawasi pihak Balai Pemasyarakatan (Bapas) Lahat. “Ini asimilasi tahap pertama, dan masih ada kesempatan bagi WBP yang lain untuk mendapatkan asimilasi. Ataupun bisa diusulkan integrasi,” ucapnya.

Dia mengatakan, dengan adanya program asimilasi Covid 19, bisa mempercepat pengurangan jumlah Napi dan tahanan. Sebab jumlahnya sudah overcrowded. Bayangkan, saat ini jumlahnya mencapai 215 Napi dan tahanan. “Program ini juga bertujuan mengurangi over  kapasitas Lapas,”pungkasnya. (dnn)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker