/*/* */ Membangun Sumsel Berbasis Pedesaan – MataPublik.co
OPINISUMSEL

Membangun Sumsel Berbasis Pedesaan

Oleh: Bangun Lubis – Wartawan Muslim

Sumatera Selatan adalah provinsi yang kaya, bukan hanya oleh sumber daya alamnya, tetapi juga oleh kekuatan desa-desanya.

Dari dataran tinggi hingga pesisir, dari kawasan pertanian hingga sentra perikanan, desa-desa di Sumsel menyimpan potensi besar sebagai fondasi utama pembangunan daerah.

Karena itu, membangun Sumatera Selatan sejatinya adalah membangun desa-desa yang hidup, mandiri, dan sejahtera.

Selama bertahun-tahun, pembangunan sering kali bertumpu pada kota sebagai pusat pertumbuhan. Kawasan perkotaan berkembang pesat, sementara desa sering tertinggal dalam akses infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi produktif. Pola ini perlu dibalik. Desa tidak boleh lagi hanya menjadi objek pembangunan, melainkan harus menjadi subjek dan motor penggerak pembangunan Sumatera Selatan.

Desa sebagai Pusat Kekuatan Ekonomi

Mayoritas masyarakat Sumatera Selatan masih hidup di wilayah pedesaan. Mereka adalah petani, pekebun, nelayan, peternak, dan pelaku usaha kecil. Jika desa maju, maka Sumsel akan maju. Sebaliknya, jika desa terus tertinggal, ketimpangan sosial akan terus melebar.

Pembangunan berbasis desa berarti menguatkan ekonomi rakyat dari bawah. Pertanian jangan lagi dipandang sebagai sektor subsisten, tetapi sebagai industri berbasis desa. Petani tidak cukup hanya memproduksi, tetapi juga harus diperkuat dari sisi pascapanen, pengolahan, pemasaran, hingga akses permodalan. Hilirisasi produk desa harus menjadi perhatian utama pemerintah daerah.

Bayangkan jika desa-desa penghasil padi memiliki unit penggilingan modern, desa karet memiliki industri olahan, desa perikanan memiliki cold storage, dan desa wisata memiliki sarana wisata yang layak. Dampaknya bukan hanya peningkatan pendapatan, tetapi juga terbukanya lapangan kerja di desa.

Infrastruktur Desa sebagai Kunci Kemajuan

Lihat Juga  DPRD Sumsel Harapkan Hasil Reses Dapat Jadi Bahan Pembangunan di Sumsel

Membangun desa tidak cukup dengan program seremonial. Pembangunan nyata dimulai dari infrastruktur dasar: jalan desa yang layak, jembatan penghubung, irigasi pertanian, listrik yang stabil, jaringan internet, serta akses air bersih.

Banyak desa di Sumsel yang memiliki potensi besar tetapi terhambat oleh buruknya akses jalan. Hasil pertanian melimpah, namun sulit dipasarkan karena transportasi mahal dan waktu tempuh lama. Di sinilah peran kehadiran negara dan pemerintah daerah sangat menentukan.

Internet desa juga kini menjadi kebutuhan mendesak. Anak-anak desa berhak mendapat akses informasi yang sama dengan anak-anak kota. UMKM desa juga akan jauh lebih maju jika terhubung dengan pasar digital.

Pendidikan dan Kesehatan: Fondasi SDM Desa

Tidak mungkin membangun Sumsel berbasis desa tanpa memperkuat kualitas sumber daya manusia di pedesaan. Pendidikan di desa harus menjadi prioritas utama. Sekolah-sekolah desa harus memiliki guru yang berkualitas, sarana yang memadai, dan akses teknologi yang seimbang.

Begitu juga layanan kesehatan. Puskesmas desa harus dilengkapi tenaga medis yang cukup, alat kesehatan yang layak, serta sistem rujukan yang cepat. Jangan biarkan masyarakat desa harus menempuh perjalanan jauh hanya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dasar.

Generasi muda desa adalah aset masa depan Sumatera Selatan. Mereka harus dipersiapkan bukan hanya menjadi tenaga kerja, tetapi juga menjadi wirausahawan desa, inovator pertanian, pelaku ekonomi kreatif, dan pemimpin masa depan.

Desa, Budaya, dan Kearifan Lokal

Desa bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga pusat kebudayaan dan nilai-nilai luhur. Di desa masih hidup kuat gotong royong, kebersamaan, adab, dan kesederhanaan. Nilai-nilai inilah yang sesungguhnya menjadi kekuatan pembangunan yang sering diabaikan.

Lihat Juga  Puluhan Tahun Sudah Dinantikan Warga, Apriyadi Realisasikan Puskesmas Megah di Pedesaan Babat Supat

Pembangunan berbasis desa harus tetap berpijak pada kearifan lokal. Jangan sampai kemajuan justru mematikan identitas desa. Desa wisata berbasis budaya, desa religi, desa adat, dan desa edukasi adalah model pembangunan yang tidak hanya menggerakkan ekonomi, tetapi juga menjaga jati diri masyarakat Sumsel.

Peran Pemerintah dan Sinergi Semua Pihak

Keberhasilan membangun Sumatera Selatan berbasis pedesaan tidak mungkin hanya mengandalkan pemerintah pusat atau daerah semata. Diperlukan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, media, tokoh masyarakat, dan tentu saja masyarakat desa itu sendiri.

Dana desa harus benar-benar dikelola secara transparan, profesional, dan berpihak pada kepentingan rakyat. Program desa harus lahir dari kebutuhan riil masyarakat, bukan sekadar mengikuti proyek tahunan.

Perguruan tinggi bisa berperan melalui pendampingan desa, riset terapan, dan pengabdian masyarakat. Dunia usaha dapat berkontribusi melalui kemitraan, CSR, dan penguatan rantai pasar. Media memiliki peran strategis dalam mengangkat potensi desa sekaligus mengawasi jalannya pembangunan.

Membangun dari Bawah untuk Sumsel yang Berkeadilan

Membangun Sumatera Selatan berbasis pedesaan adalah pilihan strategis untuk menciptakan pembangunan yang adil, merata, dan berkelanjutan. Ketika desa kuat, kota tidak akan terbebani oleh arus urbanisasi berlebihan. Ketika desa sejahtera, potensi konflik sosial akan menurun. Ketika desa berdaya, Sumatera Selatan akan tumbuh dengan fondasi yang kokoh.

Sudah saatnya orientasi pembangunan tidak lagi bertumpu pada beton dan gedung-gedung tinggi semata, tetapi pada manusia desa yang tangguh, mandiri, dan bermartabat. Dari desa yang kuat, akan lahir Sumatera Selatan yang berdaulat secara ekonomi, berkarakter secara budaya, dan berkeadilan secara sosial.

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button