NASIONAL

Mendag Dilaporkan ke Polisi Terkait Dugaan Penipuan Proyek Tambang

MataPublik.co, Jakarta – Penyidik Bareskrim Polri meminta keterangan pelapor dalam penyelidikan kasus penipuan yang diduga melibatkan Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto. Selain itu, polisi juga mendalami keterangan saksi-saksi yang berhubungan dengan perkara ini.

“Penyidik Bareskrim masih melakukan klarifikasi dan verifikasi terhadap pelapor dan saksi dalam penyelidikan kasus ini,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Polri, Brigjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, di Jakarta, Selasa (4/2).

Mendag Agus Suparmanto dilaporkan oleh Husdi Herman selaku kuasa hukum Yulius Isyudianto ke Bareskrim Polri atas tuduhan penipuan dan penggelapan. Laporan yang dibuat Husdi teregister dengan nomor LP/B/0016/I/2020/Bareskrim tertanggal 8 Januari 2020.

Lihat Juga  Ditetapkan Tersangka, Imam Nahrawi Ngaku Tak Bersalah

“Hubungan pelapor dan terlapor adalah rekan bisnis. MoU (kesepakatan bisnis) pada Tahun 2000. Pada 2014, ada kesepakatan damai, tapi kemudian dilaporkan kembali. Bisa saja karena kesepakatan-kesepakatan itu tidak terealisasi,” ujar Argo.

Kasus bermula dari kesepakatan nota kesepahaman antara Yulius, Agus Suparmanto, dan beberapa rekanan lain terkait proyek penambangan, pengangkutan, dan pemuatan bijih nikel di Tanjung Buli, Maluku Utara, milik PT Antam pada 2000. Namun dalam perjalanannya, terjadi perbedaan pandangan antara kedua belah pihak.

Husdi melaporkan politikus PKB itu ke Bareskrim Polri pada 8 Januari 2020 karena kliennya tidak kunjung menerima uang damai sebesar Rp500 miliar yang dijanjikan Agus. Uang Rp500 miliar itu terkait dengan kasus sengketa pembagian keuntungan antara Yulius, Agus Suparmanto, dan beberapa rekanan lain yang terlibat proyek penambangan dan pengangkutan bijih nikel tersebut di atas.

Lihat Juga  Penjara 15 Tahun Untuk Setya Novanto

Kasus ini pernah dilaporkan ke Mabes Polri pada 2014. Saat itu rekan Agus, Juandy Tanumihardja, sempat ditetapkan sebagai tersangka. Namun kemudian terjadi kesepakatan damai antara pihak Agus dan Yulius. Saat itu, Agus secara lisan berjanji akan memberikan Rp500 miliar setelah perjanjian damai ditandatangani dan dijalankan.

Namun, pembayaran yang dijanjikan Agus tidak pernah direalisasikan sehingga Yulius melalui kuasa hukumnya melapor ke Bareskrim. (AIJ/Ant)

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker