NASIONAL

MK Tolak Legalkan Ojek Online Sebagai Alat Transportasi Umum

Akan mencari cara agar ojek online tetap bisa beroperasi meski tak masuk UU No 22 Tahun 2009

MataPublik.co, JAKARTA- Putusan ini diambil oleh MK terhadap uji materi perkara Nomor 41/PUU-XVI/2018 yang diajukan oleh para pengemudi ojek online.  “Menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya,” kata Hakim MK, Anwar Usman membacakan amar putusan di Gedung MK, Jakarta.

Dalam permohonannya, 54 orang pengemudi ojek online yang menggugat Pasal 47 ayat (3) UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Para pengemudi ojek online keberatan karena ketentuan pasal tersebut tidak mengatur motor sebagai angkutan umum.

Padahal, seiring perkembangan teknologi, jumlah ojek online semakin berkembang di Indonesia. Namun, MK menolak permohonan pemohon karena menganggap sepeda motor bukan kendaraan yang aman untuk angkutan umum.

Lihat Juga  Tinggalkan Mastercard dan Visa, Gunakan GPN Produk Anak Bangsa

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menilai keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak melegalkan ojek online sebagai alat transportasi umum sudah tepat.

Menurut dia, pemerintah juga belum perlu merevisi Pasal 47 ayat (3) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) untuk memasukan ojek online sebagai alat transportasi umum. “Saya tidak merasa (merevisi undang-undang) itu urgent ya. Cara yang kita lakukan di pemerintah daerah itu lebih baik,” ujar Budi di Jakarta, Jumat (29/6/2018).

Budi menilai, akan lebih baik jika ojek online dikelola oleh pemerintah daerah.

Lihat Juga  Hasil kolaborasi TPS 3R KSM Makmur Jaya dengan PLN dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi

Dia mengaku akan mencari cara agar ojek online tetap bisa beroperasi meski tak masuk dalam Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Yang paling penting ojek itu tetap kita upayakan eksis dengan cara-cara tertentu, diantaranya kita memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk mengelola ojek online. Ojek online adalah suatu keniscayaan yang terjadi, sudah banyak memberikan suatu layanan kepada kita. Jadi walaupun tidak masuk ( angkutan umum) kita akan melimpahkan itu kepada pemerintah daerah,” kata Budi. Sebelumnya, Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan menolak melegalkan ojek online sebagai alat transportasi umum.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close