PALEMBANG

Musim Kemarau Melanda, Warga Diimbau Hemat Air Bersih

MataPublik.co, PALEMBANG – Musim kemarau mulai melanda Kota Palembang. Dampaknya, pendistribusian air PDAM Tirta Musi kepada pelanggan mulai berkurang selama 2-4 jam. Masyarakat pun diimbau hemat dalam pemakaian air.

Direktur Utama PDAM Tirta Musi Palembang, Andi Wijaya menyebut, musim kemarau memang cukup mengganggu PDAM Tirta Musi yang berdampak pada debit air yang disuplai kepada pelanggan, khususnya di Kota Palembang.

“Terutama pada level air Sungai Musi yang menjadi bahan baku PDAM menjadi turun drastis selama kurang lebih 2-4 jam di saat kemarau ini. Jadi air yang di produksi menjadi tidak optimal,” ujar dia di Palembang, Sabtu (10/9).

Lihat Juga  Melanggar Dikenakan Sanksi, Dishub Siapkan Kantong Parkir bagi ASN

Dia menjelaskan, meski pendistribusian air kepada pelanggan berkurang, namun pihaknya tidak bisa menjabarkan secara detail menjadi berapa persisnya. Tapi, menurut dia, setiap harinya kapasitas pengaliran air sebanyak 4.000 liter per detik.

“Ya, ada penurunan level air baku yang berlangsung hanya 2 sampai 4 jam. Tetapi distribusi air baku kita itu juga bersumber dari berbagai IPA dan Booster. Secara umum ada pengurangan debit distribusi pada saat produksi air tidak optimal karena adanya penurunan level air sungai,” kata dia.

Lihat Juga  Musim Kemarau, Sering Terjadi Penurunan Fungsi Sungai Musi

Untuk mengantisipasi hal itu, pihaknya memastikan sudah menyiapkan pompa cadangan air baku untuk mengambil air baku secara langsung ke sungai, apabila level sungai sedang mengalami penurunan yang paling ekstrim sehingga air tidak secara optimal masuk ke kanal intake.

“Jadi dengan berkurangnya debit distribusi ke pelanggan akibat kemarau ini mengakibatkan aliran air bersih ke daerah-daerah ujung pengaliran terganggu,” ucap dia. Menghadapi musim kemarau ini, pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat Kota Palembang untuk mengemat dalam menggunakan air. (rap)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker