PALEMBANG

Musrenbang Menjawab Pertumbuhan Ekonomi Kota Palembang

MataPublik.co, PALEMBANG – Pemerintah Kota Palembang menggelar Musyawarah Perencanan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2021 di Hotel Harper, Palembang, Senin (16/3/2020). Wali Kota Palembang, Harnojoyo, mengatakan, Musrenbang ini digelar untuk membahas RKPD tahun 2021 agar pembangunan Kota Palembang dapat tepat sasaran. Musrenbang ini juga dilakukan untuk menjawab pertumbuhan ekonomi di kota Palembang.

“Seperti Sekanak Lambidaro, turap Sungai Musi, dan Jembatan Flyover Sekip. Jadi, Insya Allah tahun ini akan segera kita laksanakan. Mudah-mudah dengan dilaksanakan musrenbang yang tepat waktu ini, sehingga program pembangunan selaras dengan program nasional,” katanya usai pembukaan musrenbang.

Lihat Juga  Juni, KONI Sumsel Survei Kesiapan Venue di OKU Raya

Harnojoyo menyebutkan, pertumbuhan ekonomi pada tahun 2019 dan 2020 berada di angka 5,94 persen. Serta ada beberapa hal yang harus dievaluasi terkait data kemiskinan.

Beberapa waktu lalu, dirinya menghadiri rapat umum pemegang saham Bank Sumsel-Babel di Batam. Dari rapat tersebut OJK menyampaikan, bahwa dana pihak ketiga perbankan di Sumsel ini lebih besar dari nasional. Kemudian data kota Palembang pertumbuhan ekonomi melebihi provinsi, tetapi data kemiskinan satu digit di atas nasional.

“Ini kita lihat, apakah datanya yang salah, karena ini data dari kementerian. Makanya akan kita evaluasi dulu terkait dengan data. Untuk mengantisipasinya telah banyak kita lakukan salah satunya UKM, kita memberikan subsidi bunga kepada UKM, dan juga subsidi transmusi serta juga percepatan pembangunan,” Harnojoyo menerangkan.

Lihat Juga  DPRD Sumsel Gelar Paripurna Istimewa Peringati Hari Jadi Provinsi Sumatera Selatan ke-75

Sementara itu, Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri RI, Muhammad Hudori, menuturkan, Kota Palembang yang pertama melakukan musrenbang. Dikarenakan adanya virus Covid-19, maka pelaksanaan musrenbang di beberapa kota terpaksa mundur.

“Musrenbang ini salah satu wujud pembangunan daerah, saya kira satu akuntabilitas, harus dilaksanakan. Dalam hal ini adalah yang direncanakan harus dianggarkan dan yang dianggarkan harus direncanakan,” ujar Hudori. (min)

 

 

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close