KESEHATAN

Palembang Level 2, Masyarakat Jangan Lengah Tetap Jaga Prokes

PALEMBANG Setelah menunjukkan tren penurunan penyebaran Covid-19, Pemerintah Kota Palembang masuk dalam daftar daerah dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2. Hal ini berdasarkan instruksi terbaru Kementerian Dalam Negeri Nomor 44 Tahun 2021.

Abdul Hafiz Ketua Bahana Mahasiswa Sumsel menyambut baik dengan turunnyaPPKM di Palembang menjadi level 2. Tentu ini sebagai pertanda baik atas upaya yang dilakukan Pemerintah dan didukung oleh masyarakat dalam upaya menekan penyebaran Covid-19.

”Jelas kita sambut baik karena ini sebuah prestasi dan kemajuan dalam upaya menekan laju penyebaran pandemi Covid-19 khususnya di Kota Palembang. Namun demikian kita tetap tak boleh lengah karena jika lalai bisa saja trennya kembali naik,” ujar Abdul Hafiz.

Terpisah, Wakil Wali Kota Palembang, Fitrianti Agustinda mengatakan, saat ini kondisi Covid-19 di Kota Palembang sudah menunjukkan tren menurun. Ini ditandai dengan tingkat keterisia tempat tidur atau BOR yang semakin menurun. Begitu juga angka kasus.

Lihat Juga  Di Palembang, 80 Persen Kasus Positif Covid Tidak Bergejala

Malah, beberapa pekan terakhir, meski masih di level 3, kondisi Covid-19 sudah berada di zona kuning atau risiko rendah. “Kita juga terus berupaya menggencarkan vaksinasi kepada masyarakat. Jika vaksinasi terus berlanjut, kita optimistis bisa masuk zona hijau, sehingga aktivitas kembali normal. Karena itu, kami mengimbau masyarakat Palembang untuk tetap disiplin protokol kesehatan (prokes),” ujar Fitrianti, Selasa (21/9/2021).

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Palembang, dr Fauziah, mengatakan, berdasarkan Inmendagri Palembang saat ini masuk dalam PPKM level 2 dengan peta zonasi kuning atau risiko rendah.

Lihat Juga  Enam Rumah Sakit di Palembang Siagkan 60 Ruang Isolasi Pasien Covid-19

Penurunan PPKM ini berdasarkan beberapa indikator yakni kasus konfirmasi. Di mana, kasus konfirmasi Palembang berada ditingkat 1 dengan kasus 8.50 per 100 ribu penduduk per minggu.

Kemudian, rawat inap berada ditingkat 1 dengan jumlah 2.21 per 100 ribu penduduk per minggu. Begitu juga tingkat kematian di Palembang yang saat ini berada ditingkat 1 dengam nilai 0.93 per 100 ribu penduduk per minggu.

Selain itu, indikator lain yakni kapasitas respon dengan rincian positive rate sebesar 0,78 persen. Tracing sebesar 4,75 dengan ratio kontak erat kasus konfirmasi per minggu dan treatmen atau BOR sebesar 11,54 per minggu. “Berdasarkan indikator inilah kita (Palembang) masuk PPKM level 2,” kata Fauziah. (dante/dnn)

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close