PALEMBANG

Penyidik Bakal Jemput Paksa Tersangka Kasus Kredit Macet Bank Sumsel Babel

PALEMBANG – Asri Wahyu Wardana Analisis Kredit Menengah salah satu tersangka dugaan korupsi fasilitas Kredit Modal Kerja (KMK) Bank Sumsel Babel kepada PT Gatramas Internusa 2014, akhirnya resmi ditahan di Rutan Kelas I Pakjo Palembang, Selasa (4/1/2022).

Namun satu tersangka lainnya, Aran Haryadi Pimpinan Divisi Kredit Bank Sumsel Babel belum dilakukan penahanan. Sebab yang bersangkutan tidak hadir saat dipanggil penyidik untuk diperiksa sebagai tersangka.n

Kendati demikian, Penyidik Kejati Sumsel akan mengagendakan ulang pemanggilan terhadap Aran Haryadi untuk diperiksa sebagai tersangka.

Kasi Penkum Kejati Sumsel, Radyan SH MH mengatakan dalam waktu dekat penyidik akan memanggil ulang terhadap tersangka.

“Karenakan tersangka AH tidak menghadiri panggilan penyidik. Maka dalam waktu dekat kita jadwalkan ulang pemanggilan terhadap yang bersangkutan untuk diperiksa sebagai tersangka,” ujar Radyan saat dikonfirmasi, Rabu (5/1/2022).

Lihat Juga  Perbaikan Jembatan Musi Raya Perumnas Sako, Lebih Cepat dari Target

Disinggung apakah akan dilakukan penjemputan paksa jika tersangka masih tidak menghadiri panggilan penyidik untuk diperiksa.

Radyan menjelaskan, tentunya penyidik akan mengambil langkah hukum dengan penjemputan paksa jika yang bersangkutan tidak hadir tanpa Keterangan.

“Tentunya penyidik akan mengambil langkah hukum dengan menjemput paksa jika tersangka masih tidak menghadiri saat dipanggil ulang. Apalagi tanpa keterangan,” ujarnya.

Radyan menambahkan, pihaknya berharap terhadap tersangka agar kooperatif dan hadir saat dipanggil penyidik guna memudahkan jalannya pemeriksaan.

Diberitakan sebelumnya, penyidik telah melakukan penahanan terhadap Asri Wahyu Wardana satu dari dua tersangka dalam perkara pengembangan dugaan korupsi fasilitas Kredit kepada PT. Gatramas Internusa.

Lihat Juga  Wakil Walikota Palembang Fitrianti Meninjau Titik Sampah, Jalan serta Lampu Jalan Rusak

Seperti diketahui, perkara tersebut bermula disaat Augustinus Judianto selaku Komisaris PT Gatramas Internusa bersama Direktur PT Gatramas Internusa Hery Gunawan (telah meninggal dunia) mendapatkan Kredit Modal Kerja (KMK) dari Bank Sumsel Babel, dengan agunan mesin bor untuk tambang minyak jenis Top Drive Brand Tesco USA Type 500 HC750 Hidraulic Top Drive Sistem, serta dua bidang tanah.

Dalam perjalanannya, ternyata nilai agunan tersebut diduga dimark-up sehingga negara mengalami kerugian senilai Rp 13 miliar lebih. (mers)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker