POLITIK

Popularitas Partai Peserta Pemilu 2019 Meroket

Pertarungan ketat justru akan terjadi diperebutan peringkat kedua antara Gerindra dan Golkar, dan peringkat keempat antara PKB dan Demokrat

BERITA UTAMA – Popularitas empat partai Pemilu 2019, meroket selama beberapa tahun terakhir. Hal tersebut tidak terlepas dari kekuatan pendirinya yang berasal dari berbagai bidang, di antaranya pengusaha, aktivis, dan jurnalis.

MataPublik.co, JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum telah mengumumkan partai politik yang lolos menjadi peserta Pemilihan Umum atau Pemilu 2019.

Dari 16 Partai, 14 dinyatakan lolos dan 4 di antaranya adalah partai baru. Mereka adalah Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Berkarya, dan Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda).

Popularitas empat partai tersebut meroket selama beberapa tahun terakhir. Hal tersebut tidak terlepas dari kekuatan pendirinya yang berasal dari berbagai bidang, di antaranya pengusaha, aktivis, dan jurnalis.

Tempo.co mengungkapkan, Partai baru ini memiliki ide dan strategi tersendiri untuk menarik simpati publik dan mendongkrap suara di Pemilu 2019.

Sementara itu, dari kompas.com, dilansir, bahwa Survei Alvara Research Center menunjukkan popularitas partai-partai besar tidak tergoyahkan. Direktur Eksekutif Alvara Research Center Hasanuddin Ali mengatakan, empat partai besar masih mendominasi tingkat popularitas partai di Indonesia.

” PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Gerindra, dan Partai Demokrat masih mendominasi tingkat popularitas partai di Indonesia,” ujar Ali saat memaparkan hasil survei di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (27/5/2018).

Lihat Juga  Paripurna ke-57 DPRD Sumsel Menetapkan Rencana Kerja Tahun 2023

Berdasarkan hasil survei, tingkat popularitas PDI-P mencapai 93,9 persen, Partai Golkar 88,9 persen, Partai Gerindra 84,6 persen, dan Partai Demokrat 78,3 persen. Sementara berdasarkan elektabilitas partai politik, PDI-P meraih 28,2 persen, Gerindra 14,6 persen, Golkar 8,9 persen, dan Demokrat 3,2 persen.

Detik.com, melansir hasil pencarian google dari Google Trends, diberitakan bahwa dari 14 partai yang berlaga di Pemilihan Umum 2019, empat di antaranya merupakan partai baru, yang terdiri dari Partai Perindo, Partai Solidaritas Indonesia, Partai Berkarya, dan Partai Garuda. Namun, di antara empat partai tadi ada satu partai yang paling populer di Google Trends Indonesia.

Berdasarkan hasil Google Trends dalam seminggu terakhir (17-21 Februari 2018), Partai Garuda menempati urutan nomor satu sebagai partai yang paling banyak dicari di Google. Sisanya ditempati oleh Partai Berkarya, Partai Solidaritas Indonesia, dan Partai Perindo di urutan terakhir.

Selain popularitas pencarian di Google, Google Trends minggu ini (17-21 Februari 2018) juga memperlihatkan bahwa berdasarkan lokasi wilayah, Partai Garuda secara merata cukup mendominasi popularitas pencarian Google di seluruh wilayah Indonesia.

Lihat Juga  Pasca Putusan MK, KPU Tetapkan Pasangan Harnojoyo-Fitri Sebagai Walikota-Wakil Walikota Palembang 2018-2023

Wilayah Banten, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Kepulauan Riau dan DKI Jakarta menjadi lima wilayah dengan popularitas pencarian Google tertinggi untuk Partai Garuda, demikian dikutip detikINET dalam keterangan email, Rabu (21/2/2018).

Meski tak seunggul Partai Garuda, Partai Berkarya cukup unggul di wilayah Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara dan Nusa Tenggara Timur sebagai lima wilayah dengan popularitas pencarian tertinggi di Google

Selain itu, ia memprediksi pertarungan ketat akan terjadi di perebutan peringkat kedua antara Gerindra dan Golkar serta Peringkat keempat antara PKB dan Demokrat. PDI Perjuangan masih akan menjadi juara Pemilu 2019. Pertarungan ketat justru akan terjadi diperebutan peringkat kedua antara Gerindra dan Golkar, dan peringkat keempat antara PKB dan Demokrat,” kata Ali.

Survei Alvara Research Center tersebut dilakukan pada periode 20 April hingga 9 Mei 2018. Survei ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif, yang pengumpulan data menggunakan wawancara tatap muka dan teknik multi-stage random sampling. Total jumlah responden yang disurvei adalah 1.202 responden di seluruh Indonesia dengan margin of error mencapai 3,10 persen.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button