POLITIK

Refly Harun Sebut People Power Bukan Makar

MataPublik.co, JAKARTA – Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun berpendapat gerakan people power bukan tindakan makar. Alasannya masyarakat yang berkumpul melakukan aksi unjuk rasa merupakan hak yang dijamin undang-undang asalkan tidak melanggar hukum.

“Ya nggak mungkinlah makar. Makar itu kan menggulingkan pemerintahan. Menyampaikan aspirasi bukan makar. Kalau people power menggulingkan pemerintahan tentu itu makar, tapi kalau people power hanya menyampaikan pendapat tidak masalah,” kata Refly di Jakarta.

Lihat Juga  Paripurna DPR RI Setujui Pengesahan RUU tentang Perubahan atas UU No 38 Tahun 2004 tentang Jalan

Menurut dia, apabila masyarakat mau datang mengadu dan meminta atensi KPU serta Bawaslu menyampaikan aspirasi tidak masalah karena dijamin konstitusi. Yang dilarang itu adalah melanggar hukum.

“Kalau menyampaikan aspirasi tidak masalah, kan dijamin konsitusi aspirasi baik secara lisan maupun tulisan. Yang penting tidak melanggar hukum. Demo boleh tapi tidak boleh bakar ban. Tidak boleh karena itu sudah mengganggu ketertiban umum dan mengganggu hak orang lain,” ujarnya.

Lihat Juga  GSI Tetap Gelar Panel Diskusi “Menyongong Indonesia Bangkit"

Dengan demikian Refly mengingatkan semua pihak bahwa demokrasi diatur konstitusi. Yakni demokrasi yang tidak mengganggu orang lain yang menjalankan kewajibannya.

“Kalau menyampaikan aspirasi Bawaslu dan KPU lebih memperhatikan kecurangan menurut saya tidak ada masalah, tidak ada (aturan yang dilanggar). Saya tidak menanggapi people power, yang saya tanggapi kebebasan demontrasi,” tandasnya. (poe)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker